Senin, 28 September 2009

Waspadalah terhadap Orang-Orang Munafik! Syekh Kita membawa Kita menuju Hadirat Suci dari Nabi saw

A`udzu billahi min as Syaythan ir Rajiim. Bismillah ir Rahman ir Rahim
Nawaytu al-arbaiin nawaytu. Athi` allaha wa `athi ar-rasula wa uli'l-amri minkum.

Cukup mengejutkan bahwa orang-orang masih tertarik dengan pertemuan semacam ini. Saya terkejut dengan adanya berbagai macam hiburan dan godaan di seluruh dunia, orang-orang meninggalkan rumah mereka dan datang ke sini, menghabiskan waktu mereka dalam pertemuan semacam ini. Itu adalah bukti bahwa kesalehan dan ketulusan masih ada dalam diri manusia, khususnya ketika orang tua membawa anak-anak mereka untuk hadir di sini, karena mereka membesarkan anak-anaknya dalam lingkungan yang sangat dicintai dan diterima oleh Sayyidina Muhammad (s).

Sifat manusia selalu ingin bepergian; ia tidak mau duduk dan terus mengikuti jejak Sayyidina Muhammad (s). Orang-orang yang tidak senang dengan pertemuan semacam ini dapat kalian temukan di sisi sebelah. Jadi guru saya, semoga Allah memanjangkan usianya, Sayyidi Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani, sangat gembira ketika beliau melihat majelis-majelis zikir di seluruh dunia yang berzikir mengingat Allah Subhanahu wa Ta`ala dan mengingat Sayyidina Muhammad (s). Khususnya bagi mereka yang, meskipun mereka Muslim, tetapi tidak dibesarkan untuk mendedikasikan dirinya untuk Islam dan khususnya juga bagi mereka yang bukan Muslim tetapi telah mendapat hidayah Islam. Mawlana Syekh juga gembira dengan orang-orang yang tidak dibesarkan dengan mempraktekkan Islam, tetapi hanya namanya saja yang Muslim, dan mereka juga datang dan beribadah sebaik-baiknya, sesuai dengan kesanggupan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta`ala rida dengan mereka dan Nabi (s) rida dengan mereka dan pahala mereka tidak dapat dilukiskan!

Jadi tidak ada yang benar-benar mengetahui hati, kecuali Allah Subhanahu wa Ta`ala. Dan Dia memberikan ilmu itu kepada Nabi-Nya, Sayyidina Muhammad (s) dan Nabi (s) memberikannya kepada para awliyaullah, kemampuan untuk melihat apa yang ada di dalam hati manusia. Setiap orang tahu apa yang ada dalam hatinya, apa yang ia rencanakan, tetapi tidak ada yang mengetahuinya kecuali yang bersangkutan dan gurunya (syekh, mursyid); dengan izin Nabi (s) mereka mampu membaca isi hatinya. Kita harus tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta`ala melihat kita, dan Nabi (s) melihat kita melalui perintah dan wewenang dari Allah, dan awliyaullah melihat kita dengan perintah dari Nabi (s). Syekh dapat melihat dan mendengar muridnya, setiap gerakan sampai ke telinganya bagaikan suara guntur.

`Ilm al-quluub (ilmu tentang hati) adalah untuk awliyaullah. Itulah sebabnya orang-orang munafik berpikir bahwa apa yang ada dalam hati mereka tersembunyi (sebagaimana Allah berfirman tentang mereka dalam Alquran suci). Dan itulah sebabnya mereka mengatakan tentang hal-hal yang menyenangkan bagi kalian tetapi hati mereka sepenuhnya menentang kalian. Jika mereka melakukan hal itu terhadap Sayyidina Muhammad (s), dan Allah menurunkan begitu banyak ayat tentang mereka, bagaimana menurut kalian kondisinya sekarang, dengan lingkungan dan waktu seperti itu? Apakah mereka akan berdiam diri atau sibuk dengan berbagai proyek, program dan agenda-agenda?

Munafiquun berusaha menggunakan ajaran Allah, dan saya bicara tentang mereka yang merupakan Muslim, (dan) dalam agama-agama yang lain juga, mereka menggunakan ajaran Allah untuk mencapai tujuan mereka yang sangat berbeda (dengan tujuan kita). Jika kalian mengamati ajaran dari wali sejati dengan ajaran dari orang yang “dipanggil sebagai” wali, kalian akan menemukan suatu perbedaan yang besar di antara mereka. Yang satu ingin mengekspresikan pengetahuannya dengan menyajikan kata-kata agar secara akademis presentasinya bernilai tinggi, sementara yang lainnya menggunakan metode yang sangat sederhana atau kata-kata yang sangat sederhana, tetapi mengena di dalam hati, bagaikan panah! Itulah wali, dan kalian dapat memperhatikan bagaimana mereka bicara. Ketika orang yang dianggap wali atau ulama bicara, kalian dapat melihat kesombongan mereka dan kalian dapat merasakan bagaimana mereka memandang diri mereka sendiri.

Jadi nanti ketika kalian melihat Sufilive.com dan mendengar Mawlana Syekh Nazim, berusahalah untuk fokus pada cara beliau bicara, bagaimana beliau mengekspresikan dirinya. Kalian dapat melihatnya, beliau menunggu inspirasi yang masuk ke dalam hatinya untuk disampaikan. Itu bukan seperti ulama, yang memberikan pernyataan-pernyata an dari bukunya yang ia ingat. Saya akan mengatakan kepada kalian sejujurnya karena saya mengenal Mawlana Syekh Nazim, saya tidak pernah melihat beliau menghapal sesuatu. Hati beliau terhubung kepada Nabi (s) secara langsung dan beliau bicara secara spontan, dan kata-katanya bagaikan peluru kendali. Jika kalian tidak merasakannya, hati kalian akan merasakannya.

Orang-orang yang menyaksikan Sufilive.com mengalami peningkatan; kini kita menempati urutan ke-4 dari 1000 saluran/channel yang populer di Livestream.com (global)! Karena kata-kata awliya bagaikan roket cahaya, nur yang sampai ke dalam hati manusia (dan menarik mereka untuk menyaksikan siaran langsung tersebut).

Ratusan dari ribuan orang mendengarnya setiap 24 jam. Kami tidak tahu dari mana mereka berasal; kami mengetahui beberapa di antara mereka, tetapi yang lain kami tidak dapat mengetahuinya. Mengapa? Karena kata-kata awliya bagaikan roket cahaya, nur yang mencapai hati manusia (dan menariknya untuk menyaksikan siaran langsung tersebut). Sama halnya, dalam skala yang lebih kecil, di setiap negeri ada banyak lokasi yang berbeda untuk murid-murid Mawlana Syekh yang mendengar dan berkumpul dan kebersamaan mereka di bawah bendera seorang wali yang dianggap Sultan al-Awliya diberkati!

Kita menganggap syekh kita sebagai Sultan al-Awliya, dan saya tidak ingin mengkritik orang lain yang mungkin memanggil syekh mereka Sultan al-Awliya, tetapi kita harus sangat berhati-hati kepada siapa kita mendengar dan dari siapa kita mengambil (tarekat?) di semua lokasi yang berbeda di seluruh dunia, siapa benar-benar mendedikasikannya karena kecintaannya terhadap Mawlana dan siapa yang tidak. Saya dapat mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka--tidak semua, sudah pasti mereka mendedikasikannya karena kecintaan terhadap Mawlana, kalau tidak mengapa mereka membuat lokasi baru, jika tidak mempunyai kecintaan terhadap syekh? Dalam tarekat kita dan banyak tarekat lain, hal itu sama.

Tetapi kalian harus sangat hati-hati terhadap beberapa orang yang menggunakan nama Syekh semata-mata untuk meraih keuntungan pribadi. Bagaikan sebuah apel busuk di dalam keranjang yang nantinya akan mencemari seluruh keranjang atau sekarung besar apel dalam beberapa hari. Saya bicara secara umum, dalam tarekat Naqsybandi atau dalam tarekat lain di mana terdapat masalah seperti itu, dan mereka juga ada di zaman Nabi (s). Beberapa orang munafik berbaur di antara para Sahabat. Mereka berusaha untuk mengacaukan para Sahabat (r) dan meracuni mereka dengan ide-ide yang busuk menggunakan nama Allah Subhanahu wa Ta`ala dan Nabi-Nya (s), padahal mereka menentang Allah Subhanahu wa Ta`ala dan Nabi-Nya (s). Dan Allah Subhanahu wa Ta`ala telah meminta kita untuk menghindari mereka dan untuk berhati-hati terhadap mereka.

Sebagaimana kita dapat melihatnya sekarang, orang-orang mungkin bertanya, "Mengapa kalian membuang waktu, membuang energi, membuang uang kalian, dengan pergi atau menempuh perjalanan jauh?" Atau pertanyaan ini juga datang ke dalam hati kalian juga, karena Setan adalah seorang munafik besar (dan dapat membisikan gagasannya). Tetapi dengan melakukannya, dengan melangkahi Setan kalian dan datang ke sini, kalian tidak datang kepada orang yang bicara, melainkan datang ke sumber asli (orisinal) sesuai dengan niat kalian.

Kalian datang karena kecintaan kalian kepada Mawlana Syekh dan kalian akan diberi ganjaran seolah-olah kalian telah menempuh perjalanan (mengunjungi Mawlana Syekh di Lefke)! Waktu yang kalian habiskan di sini seolah-olah kalian pergi ke rumah beliau (di Lefke) dan menghabiskan waktu di sana, karena rahasia beliaulah yang membuat kami bicara; juga cinta Grandsyekh `AbdAllah ad-Daghestani dan kecintaan kita kepada Grandsyekh dan kemurahan beliau, dari sini Grandsyekh bicara dalam berbagai kesempatan mengenai pentingnya halaqa, perkumpulan dan asosiasi di bawah seseorang yang telah mempunyai otoritas untuk bicara atas nama mereka.

Grandsyekh memberi Mawlana Syekh Nazim dua orang pembantu untuk menyebarkan pesan-pesan atas nama Mawlana Syekh Nazim. Dan sya`at as-suduf, secara kebetulan kita bertemu di sini. Jadi majelis ini mendapatkan berkahnya dari Mawlana Syekh Nazim dan dari Grandsyekh dan seterusnya hingga kepada Nabi (s)! Jadi ini bukanlah buang-buang waktu, tetapi dianggap sebagai ibadah yang lengkap (ketika kalian berada di sini atau mengunjungi Mawlana Syekh di Siprus), telah ditulis bagi setiap orang yang datang, setiap orang yang tinggal, setiap saat (datang ke sini) juga akan diberi pahala. Tidak hanya menghadiri suhbah saja, tetapi tinggal di sini atau di manapun, kalian akan diberi pahala di mana setiap detik seolah-olah kalian berada dalam ibadah sepenuhnya!

Jadi kita harus sangat berhati-hati terhadap beberapa apel yang busuk yang dapat mencemari apel-apel yang baik, dan saya bicara secara umum. Sebagaimana Nabi (s) bersabda, kalian harus sangat berhati-hati terhadap orang munafiq, aliimun bil-lisan jahuulan bil qalb, “Manis di lidah tetapi lalai dalam hatinya.” Ia bisa mengalihkan kalian ke tempat lain sehingga kalian akan kehilangan jalan dan kehilangan tujuan kalian. Jadi berusahalah untuk fokus pada ajaran Mawlana Syekh Nazim berikutnya dan perhatikan bagaimana beliau bicara: sangat sederhana, dengan bahasa Inggris yang lemah, tetapi membawa ilmu yang tak ternilai. Bila kalian melihat dengan cermat, kalian dapat melacak hubungan seperti melacak email (surat elektronik) dari alamat IP pengirimnya, untuk melihat darimana ia berasal. Jika kalian lebih fokus lagi, kalian akan melihat bahwa hubungan itu akan kembali kepada hati Nabi (s). Seperti sebuah magnet, Mawlana Syekh menarik dan
menyampaikannya secara langsung dari hati Nabi (s)!

Jika kalian melihat pada orang lain, kalian tidak dapat melacak sinyalnya karena alamat IP-nya adalah egonya sendiri; ia tidak dapat melangkah lebih jauh. Tetapi bila kalian melacak alamat IP milik Mawlana Syekh, di sana tidak ada ego, dan kalian dapat merasakan kehadiran Nabi (s) dalam ucapan beliau! Itulah sebabnya sangat penting untuk mendengar ceramah beliau. Ini juga (baru saja) diinspirasikan oleh Mawlana, agar saya mengatakannya. Menganjurkan kepada yang lain untuk ikut menyaksikan siaran langsung; mendengar dari sumber utamanya, yang merupakan stasiun atau maqam Nabi (s)!

Ketika Allah Subhanahu wa Ta`ala menurunkan Alquran suci kepada Nabi (s), apakah ada orang yang mendengarnya? Hanya Nabi (s) yang mendengar Suara Surgawi itu dan para Sahabat yang mendengar suara suci Nabi (s). Orang lain mendengar Alquran suci dari para Sahabat atau dari para imam yang muncul setelahnya hingga sekarang, kalian jauh dari stasiun atau sumber utamanya; sehingga sinyalnya menjadi berkurang dan berkurang dan berkuang (ia menjadi encer). Itulah sebabnya jika kalian tidak terhubung dengan sumber utamanya, cara membaca Qur`annya tidak sempurna. Awliyaullah mampu mendengar melalui silsilah mereka secara langsung dari apa yang Nabi (s)—sumber utamanya—katakan kepada mereka. Itu bukanlah hubungan yang langsung; kalian mendengarnya melalui suara syekh kalian, tetapi beliau mendengarnya secara langsung dari hati Nabi (s). Jadi tidak ada di antara kalian dengan Nabi (s) kecuali satu!

Karena ia datang begitu kuat, kalian mendengarnya secara langsung. Jika kalian mendengar ulama yang lain, ajaran mereka datang melalui buku-buku. Sebagaimana yang kami katakan kemarin, apa manfaat dari menghapal buku-buku dan tidak mempraktikkan ilmunya? Ketika kalian mendapat koneksi secara langsung, itu sangat berbeda dan itu sudah cukup bagi kalian di dunia dan akhirat!

Sebagaimana yang kita yakini, ia sampai ke lidah Syekh dari Nabi (s), jadi ia membawa cahaya yang sangat kuat, disertai rahmat dan berkah, Nabi (s) membelah diri, menyebar pada awliyaullah.

Bagaimana menurut kalian, jika kalian mendapatkannya dari kepala awliyaullah? Tak ada yang dapat merintangi kalian! Syekh kalian ada di sana untuk menghilangkan segala rintangan itu! Itulah sebabnya penting untuk mendengar ketika Mawlana Syekh bicara. Ketika beliau berdiri selama suhbah, pada saat itu beliau berada di Hadirat Ilahi, meminta Nabi (s) untuk menjadikan asosiasi itu sebagai asosiasi yang berbuah (bermanfaat) . Beberapa ulama malah tidak mempunyai wudu ketika mereka memaparkan presentasinya. Mawlana Syekh berdiri untuk memberi hormat ketika beliau menyebutkan Nabi (s), dan seringkali beliau berdiri setiap kali menyebutkan Nabi (s). Dalam suatu suhbah beliau berdiri 20 kali karena kehadiran Nabi (s) sangat kuat dalam asosiasi itu.

Di Sufilive, lihatlah orang-orang yang duduk di sana, bagaimana mereka dimuliakan dengan kehadiran dan manifestasi rahmat dan berkah yang muncul! Itu bukan hanya untuk orang-orang yang hadir bersama Mawlana Syekh di dalam suhbah yang akan diberi pahala, jadi beliau mendapat dari Nabi (s) ketika beliau memohon, “Ya Sayyidii, Ya Rasulullah! Jadikanlah orang-orang yang duduk bersamaku dan orang-orang yang menyaksikan siaran ini meraih level yang sama!" Jadi dalam setiap pertemuan, walaupun dengan menontonnya, akan mendapat berkah seolah-olah kalian mengunjungi beliau, dan setiap orang yang mengunjungi seorang wali, berarti wali itu berkewajiban dan bertanggung jawab untuk membawanya berziarah kepada Nabi (s), sebagaimana Nabi (s) mengatakan, "Siapa pun berziarah ke makamku, ia akan mendapat syafaatku.”

Awliayullah akan membawa para pengikutnya untuk berziarah kepada Nabi (s) dalam kehadirannya, Nabi (s) akan memberi mereka syafaatnya dan membawa mereka bersamanya ke Surga! Semua pahala ini ada di sana, tetapi kita harus sangat berhati-hati terhadap beberapa apel busuk yang dapat mencemari kita dan menimbulkan masalah. Kita adalah lemah. Kita tidak layak untuk mendapatkan apa-apa, kecuali pukulan! Kita adalah sampah.
Kita adalah keledai, bukan kalian, saya adalah keledai, yang lainnya kuda! Jadi, para keledai, bangunkan mereka, kita adalah keledai! Keledai adalah tanda bagi kelalaian.

waqsid min .. inna ankar al-aswaat la sawt alhamiir.

"Suara paling menjijikan yang telah diciptakan oleh Allah adalah ringkikan keledai".

Itu artinya keledai adalah karakateristik kita; itu artinya lalai. Kita lalai, jadi kita harus membuka mata kita. Bahkan Nabi (s) merasa khawatir terhadap apel-apel busuk ini, apa yang beliau katakan?

akhwafu ma akhaafu ala ummatii munafiq aliimul-lisan.

Yang paling kutakutkan dari umatku adalah kaum munafiq dengan lidah yang sangat fasih.

Kalian lihat, banyak yang mempelajari syariah dan mereka bukan Muslim; mereka mengajarkannya dan mereka adalah apel-apel yang buruk. Seorang profesor di universitas yang mengajarkan Islam tetapi tidak mempraktikkannya adalah seorang munafik, ia adalah apel yang buruk. Setiap kali kalian duduk bersamanya dan mendengar pembicaraannya, hati kalian dipenuhi kegelapan; seluruh asosiasnya penuh kegelapan. Orang itu tidak cocok untuk berada di tempat itu, (lebih pantas) di tempat di mana orang-orang meludahinya! Mereka yang merupakan profesor dan para pengajar Islam tetapi tidak mempraktikkan Islam adalah yang terburuk. Mereka mencemari seluruh sistem pendidikan. Sekarang kebanyakan dari mereka, yang mengajarkan Islam adalah orang-orang yang sangat sekuler.

Nabi (saw) bersabda, “Yang aku sangat khawatirkan pada umatku adalah orang yang munafik dengan lidah yang fasih (ketika ia bicara, orang-orang mendengarnya) , tetapi ia tidak mempunyai cahaya dalam hatinya, ia mempunyai kegelapan dan Setan bersamanya.”

Kalian dapat membandingkan, ketika Mawlana mengatakan sesuatu kalian dapat merasakan bahwa beliau terhubung dengan Nabi (s); yang lain terhubung dengan ego mereka. Nabi (s) merasa khawatir, perlukah kita merasa khawatir?? Kita harus membuka mata kita dan ada orang yang tidak tahu tentang syariah dan tarekat tetapi nasabuu li anfusikum “berikan mereka posisi untuk membimbing murid-muridnya. " Mau dibawa ke mana murid-muridnya? Ke suatu lembah yang sangat dalam di mana sewaktu-waktu mereka siap dimangsa serigala!

Pertemuan dan perkumpulan demi kecintaan terhadap Mawlana Syekh Nazim, sejak seseorang datang hingga ia pergi, dianggap sebagai ibadah sepenuhnya. Segala perbuatannya, termasuk makan, tidur, semuanya--karena ia datang demi Allah dan pergi untuk Allah! Jadi kita harus sangat berhati-hati terhadap orang-orang munafik yang pandai bicara itu.

Nabi (s) bersabda, (dalam banyak narasi yang berbeda dari Bukhari, sebagian besar termasuk hadis otentik):

inna ahadakum yujma` khulqihi fii batani ummihi ..arba`iina yawman,

“Pembentukan anak di dalam rahim ibunya dimulai sejak usia 40 hari,

Kemudian 40 hari berikutnya ia akan berada dalam siklus yang lain, tsumma yakuuna alaqatin mitslu dzalik, “kemudian ia akan menjadi gumpalan yang menggantung di rahim ibunya, dan setelah pembentukannya, ia akan menjadi besar, tsumma yuba`ts allahu malakan wa...arba` kalimaat, kemudian Allah mengirimkan kepadanya seorang malaikat dan malaikat itu akan memberikan empat kata kepadanya. Malaikat itu telah mengirimkan roh ke dalam tubuh anak itu. Malaikat itu akan diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala, aktub rizqahu wa `amalahu wa ... shaqqiyan aw sa`iid, “Tulislah apa yang akan ia lakukan di dunia, yang telah Kuketahui; tulislah, karana Aku ingin menjadikannya sebagai saksi di Hari Kiamat nanti.”

Mengapa Allah memerlukan saksi? Dapatkah kalian bicara di sana? Seluruh nabi dan umat mereka gemetar pada hari itu, khawatir dan takut dengan apa yang akan Allah tanyakan kepada mereka! Itulah sebabnya mereka akan datang kepada Sayyidina Muhammad (s), untuk meminta syafaatnya.

Jadi seluruh perbuatan kalian di dunia telah diketahui. Itu berada dalam cetak biru kalian; ketika Allah melalui Kehendak-Nya menciptakan kalian dari Asmaul Husna Al-Khaliq, "Sang Pencipta," dengan segera rencana itu muncul dari Asmaul Husna Al-Qadir, "Yang Mahakuasa," dan seperti gedung raksasa yang dibangun dari setiap peristiwa dalam hidup kalian, cetak biru kalian telah ditulis dan mereka sudah tahu apa yang akan kalian lakukan, bahkan berapa banyak rambut yang tumbuh pada janggut kalian! Kalian tidak tahu, saya tidak tahu. Jika kalian bahkan tidak mengatahui hal itu, apa yang kalian ketahui? Apa yang kalian ketahui tentang sisi dalam diri kalian, sementara dari sisi luar kalian tidak tahu apa-apa?

Jadi wahai Ghulam, wahai murid, wahai hamba Allah--mengapa kalian mengklaim suatu ilmu bila kalian saja tidak tahu jumlah rambut pada janggut kalian? Itulah contoh yang diberikan Allah untuk mengukur ilmu kalian tentang diri kalian sendiri. Tak seorang pun dapat menghitung jumlah rambut di kepala mereka, atau jumlah sel dalam tubuh mereka. Malaikat itu tahu, dan Suara Ilahi itu mengatakan, “Tulislah perbuatannya! " Dan segera setelah suara itu muncul, tulisan itu langsung jadi dalam sekejap, dan Nabi (s) berkata, uktub `amalhu dan dalam sekejap ia tertulis. Satu tombol ditekan, ia langsung tertulis! Dan itu sangat cepat, dan malaikat itu akan selalu bersamanya hingga akhir hayat orang itu.

Kemudian Suara itu berkata, wa rizqahu, “Tuliskan rezeki yang akan diperolehnya. " Dan apa pun yang kalian makan atau tetesan air atau berapa pun jumlah uang dan kekayaan yang akan kalian dapatkan, dalam sekejap ia tertulis. Tanpa berpikir, ia sudah di sana.

Allah Subhanahu wa Ta`ala mengatakan hal itu, Nabi (s) melukiskannya kepada kita. wa ajalahu, “Dan tuliskan hari kematiannya, waktunya, dihitung dalam ukuran napas. Berapa banyak napas yang kalian hirup dan kalian hembuskan, itu adalah ajal kalian di dunia, bukannya berapa lama (berapa hari) kalian hidup. Tidak. Saat di mana kalian tidak dapat bernapas lagi, itulah kematian. Lalu suara itu akan berkata, syaqii-in aw sa`iid, “Tulislah apakah ia akan tergolong orang-orang yang bahagia atau orang-orang yang akan dihukum.” syaqi artinya orang-orang yang seperti qat`at at-turuq, seperti geng (preman). Untuk bersama geng atau bersama orang-orang yang paling bahagia, dari api neraka atau dari Surga.

Mengapa di dalam hadis kadang-kadang kata syaqii “geng” muncul sebelum kata “orang-orang yang saleh”? Bahkan di dalam Alquran, falamaha fujuuraha wa taqwaha. Karena Allah ingin khatimat al-umouur menjadikan akhir bagi setiap orang menjadi akhir yang baik! Itulah sebabnya syaqii ditulis pertama dan saiid mengikutinya, karena yang buruk akan jatuh dan yang baik akan diangkat.

Semuanya tertulis: amalnya, rezekinya, ajalnya, dan ketika meninggal ia akan bersama orang baik atau tidak. Itu semua selesai dalam sekejap, “Kun!” (Allah berkata, “jadilah!” dan jadilah ia!) Sebelum nun memasuki kaf, ia terjadi. Yanfukhu fiihi ar-ruh, “Kemudian malaikat meniupkan roh ke dalam tubuhnya, lalu anak itu mulai bergerak di dalam rahim ibunya. Semua hal ini telah dimuat (diupload) ke dalam tubuh anak itu; sebelum lahir, mereka memuatnya dalam DNA anak. Para ilmuwan mengatakan bahwa DNA memuat apa yang ada dalam tubuh kalian, tetapi pada kenyataannya, segala sesuatu yang akan kalian lakukan di dunia sudah tertulis dalam DNA kalian setelah rencana-rencana itu dimasukkan ke dalam chip dalam pikiran kalian.

Beberapa anak meninggal dalam rahim ibu karena malaikat mereka tidak menyelesaikan keempat hal ini, atau satu di antara keempat hal itu tidak lengkap. Beberapa anak meninggal dalam rahim; yang lainnya lahir dengan cacat. Hanya anak yang keempat hal tadi sudah tertulislah yang mempunyai bentuk sempurna dan segera setelah itu roh masuk ke dalamnya.

قال الرسول صلى الله عليه وسلم ( إن الرجل ليعلم بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار فيدخلها ، وإن الرجل ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة فيدخلها(

inna ar-rajulun la ya`mal bi-`amalin ahla’l-jannat hatta maa yakuunu bayynahu wa bayniha illa dzira`a fayasbiq `alayhi’l-kitaab fay`amal bi-`amal ahlin-naari fayadkhuluha. Wa inna ar-rajul la ya`mal bi-`amalin min ahli’n-naari hatta maa yakuunu bayynahu wa bayniha illa dzira`a fayasbiq `alayhi’l-kitaab fay`amal bi-`amal ahlil-jannah fayadkhuluha.

Kaian bisa saja sangat berdedikasi dalam seluruh hidup kalian tetapi pada suatu saat kalian memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sangat buruk, yang akan membawa kalian pada sisi yang lain dan pada akhirnya kalian akan masuk ke Neraka. Suatu ketika ada seorang yang saleh, hamba yang tulus dan mereka bertanya padanya, hal ra'aita rabbuk. law ma ra'aayta la qata`t min makanii, “Apakah kau melihat Tuhanmu?” Ia berkata, “Jika aku tidak melihat-Nya, Aku pasti telah terpotong-potong hingga potongan-potongan kecil." Itu artinya tidak melihat dengan visi, melainkan melihat dengan tauhid, percaya kepada Keesaan Tuhan. Pada level ini, hati selalu dalam keadaan mengingat Sang Pencipta.

Kita akan berhenti di sini, tetapi Saya menganjurkan kepada setiap orang untuk menyaksikan Mawlana Syekh di sufilive.com. Jika mereka terlewat menyaksikan siaran langsungnya, mereka dapat melihat rekamannya, tetapi menyaksikan siaran langsung lebih baik karena yang lain bagaikan fotokopi, walaupun kalian tetap akan mendapatkan berkahnya. Ketika siaran langsung dimulai, kerannya terbuka, pipa dari Nabi (s) kepada Mawlana Syekh terbuka dan beliau akan membawa kalian ke hadirat yang suci itu. Tetapi bila kalian menyaksikan rekamannya, pipa itu tidak terbuka; dengan demikian kalian akan berada dalam hadirat Syekh tetapi tidak dalam hadirat Nabi (s).

Kadang-kadang mereka bertanya mengapa Mawlana Syekh menunda siarannya. Mengapa? Apakah Nabi (s) tidak tepat waktu? Orang-orang yang sudah berada dalam pipa itu berada dalam lingkungan surgawi, dalam kehadiran Nabi (s), dan kalian akan dibusanai dengannya. Itulah sebabnya orang-orang yang duduk di sana dalam asosiasi bersama Mawlana akan mendapatkan tajali itu. Jadi Mawlana memohon kepada Nabi (s), “Biarkan orang-orang yang melihatku menerima tajali yang sama.”

Waktu sangat penting, sebagaimana keran Mawlana selalu terbuka, tetapi tidak ada izin untuk membukakannya kepada yang lain hingga tiba waktu yang tepat, dengan demikian Mawlana menunda siaran langsungnya. Ketika beliau memulainya, keran energi Ilahiah dari Sayyidina Muhammad (s) kepada Mawlana Syekh terbuka bagi yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta`ala memanjangkan umurnya dan memanjangkan umur kita untuk berjumpa dengan Sayyidina Mahdi (a) dan Sayyidina `Isa (a)!

bi hurmatil habiib, bi hurmatil fatiha.

Dan dengan yang sedikit ini kita tenggelam! Bahr dari Samudra Mawlana Syekh.

Wa min Allah at Tawfeeq

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani qs
Minggu, Sep 06, 2009 | Fenton, MI US

Diambil dari sufilive.com
Diterjemahkan oleh Arief Hamdani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar