Rabu, 12 Mei 2010

Apakah kita sudah menjadi MUSLIM sejati???

Assalamu'alaykum...

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Sekiranya dirimu mengaku sebagai muslim sejati...

Apakah dirimu sudah berhenti mengganggu, mengusik dan menyakiti orang lain...?

Dengan lisan dan tangan mu...?

Sehingga orang lain merasa damai karena ucapan mu...
Terbantu karena uluran tangan mu...

Kalau dirimu menjawab tidak maja lahirmu masih berseberangan dengan batin mu...
Bukankah ini syarat kemunafikan...?


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalla bersabda ; muslim sejati adalah yang tidak menggunakan lisan dan tangan untuk menyakiti sesama muslim. { H.R Bukhari dan Muslim }.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ; bukanlah seorang mukmin yang slalu menudug, melaknat, berbuat buruk dan berkata kotor. { H.R. Al-Hakim dan Daruquthni }.

Hati yang paling Allah kasihi adalah hati yang paling lembut terhadap saudaranya, paling bersih keyakinannya dan paling baik dalam agamanya.

Tidak boleh melakukan kerusakan yang dapat mencelakakan diri sendiri dan orang lain. { H.R Ibnu Majah dan Daruqutni }.

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya. { H.R. Bukhari dan Muslim }.


Tidak halal membunuh seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasalla) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : orang tua yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya. { H.R. Bukhari dan Muslim }.

Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. { H.R. Bukhari dan Muslim }.

Sesuatu akan lebih terasa berharga ketika kita sudah tidak memilikinya, maka hargai dan jagalah segala yang kita miliki.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ; amal yang paling di cintai Allah adalah memelihara lisan (dari ucapan yang jelek), yang tidak befaidah dan menyakitkan hati orang lain. { H.R. Baihaqi }.

Tiada yang lebih baik dari dua kebaikan yaitu beriman pada Allah dan bermanfaat bagi manusia, tida yang lebih buruk dari dua kejahatan yaitu syirik pada Allah dan merugikan manusia.

Beruntunglah Kita!

Beruntunglah Kita!

By: agussyafii

Bila malam tiba ketika kehidupan bak simponi dan nyanyian. Bagi orang-orang yang sholeh kehidupan berupa air mata dan panjatan doa. Disaat sebagian orang malam terasa suram dan sunyi. Bagi orang-orang sholeh, malah adalah linangan air mata dan dzikir.

Wahai saudaraku yang memiliki hati lembut telah berapa banyak Air mata yang menetes. Jiwa yang tenang, bahagia dan diliputi kegembiraan. Kebahagiaan bagi orang-orang yang beriman Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberitahukan kepada kita.

'Dan mereka tersungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk' (QS. al-Isra' :109).

Suatu keelokan dan kejayaan dunia yang sesaat itu adalah hari ketika seorang hamba bersujud kepada Sang Khaliq. Berdoa memanggilNya, takut dan khawatir kepadaNya. Lalu sang hamba menjadi bersinar. Dada menjadi lapang dan wajah menjadi berseri-seri.

Beruntunglah orang yang bertasbih, sementara orang lain tertidur lelap. Ia sematkan suatu keinginan diantara tulang rusuk sehingga ketenangan dan kekhusyukan meliputinya berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan bercucuran air mata dan bercahayalah air mata itu di esok hari sebagai menerang jalan menuju padang mahsyar karena bersujud kepada Allah di malam yang menakjubkan. Beruntunglah kita!

Wassalam,
agussyafii
----
Terima kasih atas dukungan dan partisipasi atas terselenggaranya program Kegiatan 'Salam Amalia' (SALMA) Hari Ahad, Tanggal 9 Mei 2010 Di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No.23 Komplek Peruri, Ciledug. http://www.facebook.com/agussyafii3, atauhttp://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.

Jadilah Facebooker Yang Mukhlis

Jadilah Facebooker Yang Mukhlis

إن الحمد لله ، نحمده ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلن تجد له وليًا مرشدًا .
أما بعد : فإن خير الكلام كلام الله ، وخير الهدي هدي محمد - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - ، وشر الأمور محدثاتها ، وكل محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .


saudaraku yang semoga dirahmati Allah,
alhamdulillah, patut kita syukuri bersama, bahwa perkembangan teknologi semakin hari semakin canggih,
terlebih lagi di dunia maya ini sungguh sangat luar biasa sekali perkembangannya,
jangankan kita melihat 10 tahun atau 20 tahun kebelakang,
dalam jarak 1 bulan saja sudah banyak sekali dihasilkan penemuan-penemuan baru di bidang teknologi ini,
dan tentunya ini merupakan suatu kenikmatan dan kemudahan yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang patut kita syukuri bersama,
sehingga dengan nikmat inilah banyak sekali manfa'at yang bisa kita rasakan,

dan salah satu dari sekian banyak penemuan-penemuan yang ada, terutama di dunia maya ini yang tidak asing lagi bagi kita adalah situs jejaring sosial yang kita kenal dengan nama facebook,
siapa sih diantara kita yang tidak kenal dengan facebook, saya rasa hampir semua orang mengenalnya, dari pejabat tinggi sampai rakyat jelata, dari direktur perusahaan sampai tukang sapu, dari pengusaha sukses sampai tukang sayur, dari mahasiswa sampai murid SD bahkan sampai anak TK pun kenal dengan yang namanya facebook, masya'Allah sungguh sangat luar biasa sekali.

sehingga subhanallah dengan adanya facebook ini sangat banyak sekali manfa'at yang bisa kita rasakan, seperti misalnya kita bisa saling mengenal satu sama lain, bisa saling menjalin ukhuwah, saling memberikan nasehat, begitu pula dalam hal dakwah alhamdulillah dengan adanya sarana ini dakwah semakin mudah untuk disebar luaskan,
(walaupun tentu tidak kita pungkiri banyak pula mudharat yang ada di dalamnya, tergantung motifasi dari pengguna itu sendiri)

namun pada tulisan ini, saya hanya ingin membicarakan salah satu manfa'at dari facebook ini yang bisa kita pergunakan, yaitu sarana dalam rangka untuk menyebarkan dakwah,

saudaraku yang semoga selalu dirahmati Allah ta'ala,
mungkin kita sudah pada tahu bahwa seluruh fasilitas yang ada di dalam facebook bisa kita jadikan sarana untuk berdakwah,
entah itu yang berupa status, catatan, video, grup, undangan, maupun yang lainnya,

namun saudaraku sekalian,
yang harus selalu kita perhatikan ketika kita mempergunakan semua fasilitas tersebut, hendaknya kita berusaha membekali diri kita dengan ilmu,
jangan sampai apa yang kita lakukan hanyalah perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat bagi kita atau bahkan mungkin justru akan menjadi bumerang buat kita sendiri nantinya,

karena wajib bagi kita untuk berilmu, sebab ilmu adalah kunci dari segala sesuatu,
al-imam al-Bukhari menulis sebuah Bab di dalam kitab shahihnya yang beliau beri judul
Bab al-ilmu qablal qauli wal 'amal, berilmu sebelum berkata dan beramal,
beliau mengisaratkan kepada kita bahwa wajib bagi siapapun untuk berilmu terlebih dahulu sebelum berkata dan beramal,
tidak terkecuali di dalam facebook ini, kitapun wajib untuk memiliki ilmu,
apalagi berbicara tentang masalah agama, tentu kita harus berhati-hati dan harus memiliki ilmunya, tidak boleh sembarangan berbicara masalah agama tanpa ilmu, karena akibatnya akan fatal tentunya.

kemudian saudaraku sekalian,
selain berilmu hendaknya kita senantiasa bertaqwa kepada Allah ta'ala,
karena ketaqwaan kita akan membentengi diri kita dari hal-hal yang akan menjerumuskan diri kita kepada perkara yang tidak diredhai oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

saudaraku sekalian,
mengapa demikian..?
karena setiap apa yang kita lakukan di facebook ini sangat berpotensi sekali untuk berbuat sesuatu yang akan menggelincirkan kita dari jalan Allah ta'ala, dan apabila kita memperhatikan dengan baik yaitu dengan kacamata syari'at maka kita akan melihat bahwa sangat banyak sekali didalam facebook ini hal-hal yang dapat menjerumaskan diri kita kedalam kebinasaan jika kita tidak membentengi diri kita dengan ilmu dan taqwa,

salah satu hal perkara buruk yang akan kita bicarakan tersebut adalah ketidak ikhlasan dalam amalan yang kita lakukan.

kita ambil contoh saja misalnya ketika kita membuat sebuah status di facebook, secara tidak sadar terkadang kita telah berbuat riya' atau tidak ikhlas dengan amalan kita,
seperti menceritakan keadaan kita yang sedang melaksanakan amal ibadah kepada Allah yang semestinya tidak perlu kita ceritakan kepada orang lain,

sekedar contoh, misalnya membuat status seperti ini:

"alhamdulillah sebentar lagi maghrib.. buka pake apa ya..? bingung nyari makanan nih.. mamah lagi pergi..?"

dan banyak lagi status-status lainnya yang serupa dan tidak penting, yang saya rasa status semacam ini tidak perlu dibuat atau disampaikan ke orang lain,
karena didalamnya cenderung terselip perasaan riya',

kalaupun seandainya kita tidak bermaksud untuk riya' ?,
hal ini sebetulnya bisa menimbulkan prasangka buruk bagi yang membacanya,

misalnya yang membaca akan berkata:

"riya' amat sih ini orang.... pake cerita ke orang laen segala..., kalo mau buka..?
buka aja.. gak usah pamer amalan dan ngomong.. ke orang"

dan prasangka-prasangka buruk lainya akibat dari status semacam ini,

disamping itu saudaraku sekalian,
diantara bentuk ketidak ikhlasan kita ketika membuat status adalah kita mengharapkan banyak yang akan memberikan jempol terhadap status yang kita buat tersebut, dan kita merasa gembira jika banyak yang memberikan jempolnya kepada kita dan merasa bangga dengan status tersebut karena banyak yang menyukainya, bahkan terkadang disertai dengan perasaan ujub,
akan tetapi ketika status kita tersebut sedikit atau bahkan tidak ada yang memberikan jempol kitapun merasa sedih dan kecewa,

inilah sekedar contoh saja diantara bentuk ketidak ikhlasan yang sering muncul didalam hati kita dan masih banyak lagi yang lainnya, yang apabila hal ini kita biarkan maka akan membuat diri kita celaka, nas-alullahas salamah wal 'afiyah,

maka dari itu hendaknya mari kita lebih berhati-hati lagi dalam membuat sebuah status di facebook kita, jangan membuat status yang tidak penting, ataupun status yang justru akan merusak amal kita sendiri,
mari kita pikirkan masak-masak apa yang akan kita ucapkan, mengapa kita harus mengucapkan dan untuk apa kita harus mengucapkan, karena status yang kita buat di facebook bisa mencerminkan kepribadian kita sendiri, wallahu a'lam.
sekali lagi saudaraku mari kita selalu berhati-hati jangan sampai kita terjatuh kedalam perbuatan riya' yang akan merusak amalan kita dan mengakibatkan tidak mendapat pahala yang seharusnya kita dapatkan,

ingatlah wahai saudaraku bahwa Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang
lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat riya'. dan enggan
(menolong dengan) barang berguna. (Q.S. Al Maa'uun : 4 - 7)

dan juga Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi:


مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dengan mencampurkan kesyirikan bersama-Ku, niscaya Aku tinggalkan dia dan amal kesyirikannya itu”.
dan juga di hadits qudsi yang lain Allah berfirman:
“Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan”
(HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, dan ia adalah hadits yang shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Romadhoni, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, “aku tinggalkan dia dan ksyirikannya”).

maka setiap amalan yang kita lakukuan yang tercampur dengan riya', tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata'ala,

saudaraku yang semoga Allah selalu melindungi kita,
kembali lagi ke pembicaraan awal, sebagaimana yang telah saya katakan diatas bahwa diantara manfaat facebook ini adalah sebagai sarana untuk menyebar dakwah,
terkhusus lagi dalam bentuk catatan,
dan saya gembira sekali karena banyak diantara ikhwah yang mempunyai ghirah dan semangat yang turut berusaha membantu menyebarkan dakwah melalui facebook ini dengan notes atau catatan-catatan yang mereka buat, sehingga banyak pula saudara-saudara kita yang tadinya belum mengenal syari'at dengan benar akhirnya mereka bisa mendapatkan hidayah mengetahui ajaran Islam dengan benar,

namun perlu saya ingatkan kembali saudaraku sekalian yang semoga Allah merahmati kita,
bahwa syaithan selama-lamanya akan selalu menggoda manusia agar tergelincir dari jalan Allah ta'ala,
termasuk ketika kita membuat sebuah catatan di facebook ini,
dan mungkin hal ini tidak kita sadari, sebagaimana yang sudah kita bahas diatas ketika kita membuat status terkadang ada ketidak ikhlasan dalam hati kita, begitu pula ketika kita membuat catatanpun sangat berpotensi sekali untuk berbuat riya' wahai saudaraku,

untuk itu ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan kepada saudaraku sekalian ketika kita membuat sebuah catatan, apalagi catatan yang berkaitan dengan agama, agar kita tidak terjerumaus kedalam kesalahan fatal yang akan menyebabkan kerugian besar bagi diri kita,

1.hendaknya kita berilmu,

sebelum kita membuat sebuah catatan hendaknya kita faham betul materi tulisan yang kita buat, jangan sampai kita berbicara tanpa ilmu apalagi tentang perkara agama, jangan sampai kita berbicara sesuatu yang belum kita kuasai ilmunya dengan baik, karena berbahaya bagi diri kita dan juga orang lain,
dengan kata lain jangan kita berbicara melebihi batas kemampuan ilmu kita, kalo kita merasa bukan ahlinya lebih baik kita serahkan kepada yang lebih berhak untuk berbicara, jangan sampai kita termasuk yang disebutkan dalam hadits berikut:

dari hadits Hudzaifah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Akan muncul da’i-da’i yang menyeru ke Neraka jahannam, barangsiapa yang menerima seruan mereka maka mereka akan menjerumuskannya ke dalam jahannam”. Hudzaifah bertanya: “Wahai Rasululah sebutkan ciri mereka?” Rasulullah menjawab : “Mereka dari golongan kita dan berbicara dengan lisan-lisan kita.”


maka dari itu kalau kita tidak mengerti hendaknya diam atau bertanya kepada ahlinya,
Allah Ta’ala juga memerintahkan agar orang yang tidak mengetahui bertanya kepada orang yang mengetahui dalam firman-Nya:

Artinya: ”Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,” (QS. an-Nahl: 43)

fenomena berbicara tanpa ilmu bisa baca artikelnya di sini
http://alimalbantuliy.blogspot.com/2010/05/telah-datang-zamannya-dai-dai-berdawah.html

2.jujur dan amanah.

hal yang sering kita lupakan, dan sering kali tidak jujur dengan catatan kita, terlebih lagi catatan yang bukan karya kita sendiri atau hasil copypaste, tidak jarang kita berbuat khianat alias tidak menyertakan sang penulis asli dalam catatan yang kita buat dan juga dari mana kita coppast, atau dari buku apa kita menyalin tulisan,
entah karena lupa atau memang sengaja melakukannya, wallahu a'lam
karena dalam hal ini ada banyak kemungkinan yang mendorong seseorang melakukannya,
misalnya biar orang yang membaca catatan kita menganggap bahwa tulisan tersebut seolah-olah adalah hasil karya kita sendiri, dan kita tidak ingin orang lain mengetahui kalo tulisan tersebut hanyalah hasil copast saja,
dan kalau memang artikel tersebut benar-benar cuman hasil copast mengapa kita harus malu untuk mengakuinya...?, marilah kita belajar jujur dalam hal ini.

3.hendaknya berusaha untuk ikhlas,

sering juga kita terpeleset dalam hal ini, ketika kita membuat catatan sering timbul perasaan ingin dipuji, ingin supaya disebut berilmu, mencari popularitas dan lain sebagainya, dan ini jelas perkara yang akan menghancurkan diri kita sendiri nantinya.
dan pembahasan mengenai keikhlasan saya kira tidak perlu saya ulangi lagi, karena sudah jelas bahwa setiap amalan yang kita lakukan yang tidak disertai dengan keikhlasan maka amalan kita akan menjadi amalan yang sia-sia. wallahu a'lamu bishawab.
pembahasan tentang keikhlasan yang lebih lengkap silahkan bisa dilihat dusini
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000116940235&v=app_2347471856&ref=profile#!/note.php?note_id=388678676221

demikian saudaraku sekalian uraian singkat yang bisa saya sampaikan, sekedar nasehat untuk saudaraku semua terutama buat saya pribadi untuk bahan muhasabah agar lebih bisa menjaga diri dari hal-hal yang akan menggelincirkan kita dari tuntunan Agama kita yang mulia,
walaupun sebenarnya sangat banyak sekali yang ingin saya sampaikan, namun karena saya tidak ingin berpanjang-panjang kalimat karena khawatir yang membacanya akan jemu,
untuk itu mohon ma'af atas segala kekurangannya, yang benar dari Allah Ta'ala dan yang salah dari saya pribadi yang dha'if dan dari syaithan,

washallallhu 'ala Nabiyina Muhammad wa 'ala ahlihi wa shahbihi wa sallam, wa akhiru da'wana anilhamdulillahi Rabbil 'alamin.


cileungsi, hari Rabu, 12 mei 2010 / 27 jumadil awwal 1431
ditulis oleh hamba yang dho'if
Abu Hanifah Alim Al-bantuliy

RAHASIA REJEKI

RAHASIA PERTAMA

“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik. Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu. Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.

RAHASIA KEDUA

“Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

RAHASIA KETIGA

“Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, ” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”

“Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga” , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

“Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,” “Ya, bagaimana caranya?”. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

*
“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”
*
“Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”
*
“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” .”Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

RAHASIA KEEMPAT

“Jangan mempermainkan wanita”. “Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”

“Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi… Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. “

“Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya.

Arti Hidup

Semua manusia, tanpa terkecuali, pasti akan mati. Bila demikian, lalu apa sebenarnya yang akan dituju oleh manusia di alam dunia ini. Apakah manusia hidup semata-mata hanya untuk bekerja, berumah tangga, bersenang-senang dengan harta yang dimilikinya, ataupun berkeluh kesah dalam kemiskinan; kemudian ia lalu mati tidak berdaya? Apakah setelah mati itu ia akan hilang menguap seperti halnya api obor yang padam? Atau, apakah manusia yang dilahirkan dalam “ketiadaan” itu akan mati dalam “ketiadaan” pula? Bila ya, apakah berarti hidup manusia di dunia ini sia-sia belaka? Tentu tidaklah demikian. Allah telah berfirman, bahwa manusia akan terus ada dan tidak akan pernah menghilang atau menguap. Manusia akan menjalani kehidupan abadi di akhirat.

Dengan demikian, jelaslah bahwa sesungguhnya yang dituju oleh semua manusia adalah akhirat! Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, semua manusia pasti akan menuju ke sana.

Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian sia-sia, dan bahwa sesungguhnya kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Al-Mu’minun: 115)

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan diberikan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (Al-Qiyamah: 36)

Sesungguhnya hari kiamat akan datang (dan) Aku merahasiakan (waktunya) agar tiap-tiap diri dibalas dengan apa yang diusahakannya. (Thaahaa: 15)

Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al-Ankabuut: 64)

Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. (Al-Israa’: 10)

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (Al-Israa’: 9)

Keterangan singkat yang diuraikan di atas, sekilas tampaknya sederhana, namun bila sobat renungkan baik-baik, makna yang tersirat sangatlah dalam. Pahamilah hal ini dengan baik. Karena inilah fundamen yang paling mendasar untuk dapat menemukan atau mengerti kebenaran hidup yang hakiki.

Akhir Hidup yang Baik atau Buruk ... ?

.....

------------------------------------------------------------------------------------
Khusnul Khotimah atau Su'ul Khotimah ...?
------------------------------------------------------------------------------------

Berkata al-Hafidz Ibnu Katsir: “Sesungguhnya perbuatan dosa, maksiat dan kecondongan kepada hawa nafsu, pengaruhnya akan mendominasi pelakunya ketika menjelang kematian dan syaithan akan menguatkannya, maka berkumpul padanya dua kekalahan dengan lemahnya keimanan, sehingga dia akan terjatuh pada akhir hidup yang tidak baik (su'ul khotimah),

Allah Ta’ala berfirman:

وكان الشيطان للإنسان خذولا

“Dan adalah Syaithan itu tidak mau menolong manusia” (QS. al-Furqan: 29)

Dan akhir hidup yang buruk -- semoga Allah Ta’ala menjauhkannya dari kita -- tidak akan menimpa kepada orang yang shalih secara lahir dan bathin, yang jujur perkataannya, dan tidak terdengar cerita yang demikian. Akan tetapi akhir hidup yang buruk akan selalu menimpa seseorang yang telah rusak bathinnya, keimanannya dan lahirnya, yaitu perbuatannya serta bagi orang-orang yang berani melakukan perbuatan dosa besar dan suka melakukan perbuatan jahat, maka perkara yang demikian akan selalu menguasai sampai nyawa menjemput sebelum melakukan taubat.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran:185)

Marilah kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, apa yang telah menjadikan diri kita terpedaya dengan gemerlapnya kehidupan dunia, akankah akhir hidup kita akhir hidup yang baik atau bahkan sebaliknya? Na'udzubillahi min dzalik.

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya segala amal itu tergantung dengan akhirnya.” (HR. Al-Bukhari)

http://www.alsofwah.or.id/cetakkhutbah.php?id=117

BAGIAN TUBUH YG PALING PENTING...............

Ayahku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.

Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita
sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Yah." Jawabnya,
"Bukan. Banyak orang yang tuli.
Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi.
Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar.
Jadi, kali ini aku memberitahukannya,
"Ayah, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi
pastilah mata kita." Dia memandangku dan berkata,
"Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah
karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru
dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali
dan jawaban dia selalu,
"Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun berlalu ibuku meninggal.
Semua keluarga sedih. Semua menangis.Ayahku menangis
Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya
menangis.
Ayahkuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal
pada ibu

Dia bertanya padaku,
"Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ayah bertanya pada saat seperti ini.
Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ayah dan aku.

Ayah melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku,
"Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah
kamu sudah benar-benar "hidup".
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu,
aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan
kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah
hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah kebapak an
Aku melihat matanya penuh dengan air mata.
Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah
bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

Ayah membalas,
"Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman
atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.
Kadang-kandang dalam hidup ini,
semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap,
kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar
kamu selalu punya bahu untuk
menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang
paling penting adalah tidak menjadi
orang yang mementingkan diri sendiri.
Tapi, simpati terhadap penderitaan
yang dialami oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan...
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan...
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.