Jumat, 16 Oktober 2009

Dibalik fenomena FB

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih...... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.



Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”---- --kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”


Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan. ..


Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.


Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.


Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang.


Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”


Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” .


Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.




Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.


Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab



Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....



Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.



Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha

“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah.. ..



Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,

maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).



Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita

“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).



Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

************ ********* ***************** ********* ************
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.
Jazakallah khair


Copas from Abu aisya
(kontemplasi taujih buat diri sendiri)

Senin, 28 September 2009

Menggunjing (Ghibah)

Kalian semua harus memakai turban (menunjuk pada jemaah pria--red). Lihat! Dia memakai turban… lalu mana turbanmu? Ambil!

Kalian mendengar suara kucing itu? (kucing yang sedang berkelahi di atas genting--red). Seperti itulah yang terjadi bila kita bertengkar satu sama lain, bahkan lebih buruk daripada itu. Malaikat mendengar suara itu, demikian pula dengan Awliya. Kalian dengar bagaimana mereka saling berteriak satu sama lain.

Sebuah Hadits Rasulullah e berbunyi, “Barangsiapa yang mengunjing saudara atau saudarinya, siapa pun yang saling menggunjing… bau dari gunjingan itu sangat berbahaya.” Oleh sebab itu Rasulullah e melarang keras bergunjing.

Suatu saat Grandsyaikh Abdullah Fa’iz ad-Daghestani k memberi gambaran tentang gunjingan ini. Beliau berkata bahwa ketika seseorang meninggal dan dia dimasukkan ke dalam kuburnya, maka semua gunjingan yang telah diperbuat selama hidupnya akan dibawa serta, dan Allah I menciptakan bau busuk dari gunjingan tersebut. Bila selama hidupnya dia telah menggunjing sebanyak 100 kali, dia akan membawa 100 bau; bila 200—200 bau dan bila sejuta—dia akan membawa sejuta bau ke dalam kuburnya.

Allah I mengirimkan bau itu ke dalam kuburnya. Grandsyaikh berkata bahwa jika Allah I melepaskan satu bau itu ke dunia, maka tak satu pun makhluk dapat hidup di bumi, manusia dan makhluk lainnya akan mati bagaikan terkena reaksi berantai dari bom atom.

Dan Allah I menciptakan binatang buas dari bau-bau itu yang akan menyerang tubuh yang terbaring di sana . Bayangkan, bagaimana keadaan orang itu jika satu bau saja (bila dilepaskan ke dunia) dapat memusnahkan semua makhluk di bumi. Bagaimana dengan jutaan bau yang dikirimkan Allah I kepada orang itu di kuburnya. Bagaimana efek yang terjadi pada orang yang jiwanya dikembalikan ke tubuhnya selama dia berada dikuburnya. Dia akan mengalami hukuman dan siksa kubur yang berasal dari bau itu dan dari binatang yang diciptakan Allah I dari bau tersebut.

Grandsyaikh bercerita bahwa suatu ketika beliau pergi menuju makam Sayyidina Muhyiddin Ibnu Arabi k di Jabal Qasyun mengendarai kereta kuda (pada waktu itu, jauh di masa lampau). Beliau dan seorang Syaikh lainnya yang biasa dipanggil Abdul Wahab Salahi duduk di kereta kuda menuju ke makam Sayyidina Muhyiddin Ibnu Arabi k. Tiba-tiba muncul seseorang yang menghentikan kuda penarik kereta mereka dan orang itu berkata, “Assalamu’alaykum!” Mereka membalas, “Wa alaykum salaam!” lalu dia berkata lagi kepada keduanya, kali ini pembicaraan atau ucapannya diarahkan kepada Abdul Wahhab Salahi, sambil menoleh kepada Grandsyaikh, Syaikh Abdullah Fa’iz ad-Daghestani k, “Apakah dia Syaikhmu? Atau engkau Syaikhnya?” Abdul Wahhab Salahi menjawab, “Dia bukan Syaikhku dan Aku bukan Syaikhnya.” Tiba-tiba orang itu menghilang. Abdul Wahhab Salahi menoleh ke sana ke mari, “Ke mana dia pergi?” “Dia muncul dengan tiba-tiba dan tiba-tiba menghilang. Dia tidak berada di sini lagi.” (Ketahuilah bahwa) Awliya menampakkan dirinya kepada orang-orang yang tulus. Grandsyaikh dan Abdul Wahhab Salahi, keduanya adalah orang-orang yang tulus sehingga Awliya menampakkan dirinya kepada mereka. Tetapi sekarang orang-orang berkata, “Mana Awliya… mana?” Khususnya dengan mentalitas baru yang tidak percaya kepada karomah. “Di mana Awliya…?” Kalian jatuh ke dalam lubang yang penuh dengan kotoran dan kalian berkata, “Mana Awliya?” Bagaimana mungkin kalian akan melihatnya? Kalian harus menjadi orang yang tulus untuk bisa bertemu dengannya.

Mereka bertanya kepada Ibu Firdaus, “Di mana Awliya? Apa itu Awliya? Kami tidak melihat apa pun.” Mereka bertanya kepada kalian, “Mana…mana Awliya, kami tidak melihat apa-apa.” Karena mereka tidak percaya, Awliya tidak akan menampakkan dirinya kepada mereka. Awliya tidak akan menunjukkan keajaibannya kepada mereka, tetapi kepada orang-orang yang percaya, seperti Ibu Firdaus, seperti anda dan seperti orang-orang yang hadir di sini, mereka akan menjumpai keajaiban dalam setiap gerakan yang dilakukan oleh Syaikh.

Ketika Saya masih muda, setiap gerakan dari Grandsyaikh Syaikh Abdullah Fa’iz ad-Daghestani k dan Maulana Syaikh Muhammad Nazhim al-Haqqani k ketika itu, ketika Saya masih sangat muda… dalam setiap gerakan mereka, Saya melihat suatu karomah.

Karena ketika kalian mempunyai keyakinan, mereka akan mempelihatkannya kepadamu. Ketika kalian yakin dengan apa yang kalian kerjakan, mereka akan memperlihatkannya (karomah-red) kepadamu. Bila kalian tidak mempunyai keyakinan seperti ini, untuk apa mereka menunjukkannya kepada kalian. Sebab kalian tidak menghargai berlian, Awliya hanya akan memberi kalian permen dan kalian sudah puas dengan itu. Mereka tidak memberi kalian gula, melainkan pemanis buatan yang berkalori rendah, tidak berenergi dan tidak berarti apa-apa. Barang siapa yang sakit, ambilah pemanis buatan itu, kalian tahu, ini tidak akan membuat gemuk. Tetapi bagi mereka yang kuat, Awliya akan memberikan gula yang berenergi, artinya mereka memberi dukungan penuh kepadanya.

Abdul Wahhab Salahi adalah seorang yang tulus, mukhlis sehingga Wali muncul di hadapannya; tetapi dia belum mencapai tingkat yang sempurna, sehingga ketika dia mengatakan, “Dia bukan Syaikhku dan Aku bukan Syaikhnya,”--Wali itu langsung menghilang, tidak menyukainya. Dia berkata, “Wahai Syaikh Abdullah k! Orang itu menghilang… siapa dia?” Syaikh Abdullah k menjawab, “Tidak! Orang itu tidak menghilang, dia masih berdiri di sana … buktinya lihat! Dia menarik kuda itu dan sekarang keretanya mulai bergerak. Abdul Wahhab Salahi melihat kuda itu bergerak, tali kekangnya tertarik tetapi dia tidak melihat orang yang menariknya… dan kereta pun mulai berjalan.

Abdul Wahhab Salahi berkata, “Mengapa dia lenyap?” Syaikh Abdullah k menjawab, “Dia tidak menyukai ucapanmu.” Syaikh Abdullah k berkata bahwa Wali-Wali itu sangat suci, bila mereka mencium bau busuk sedikit saja, mereka akan menghindar. “Ketika engkau mengatakan bahwa engkau bukan Syaikhku dan Aku bukan Syaikhmu—dia mencium adanya aroma kesombongan dalam ucapanmu, itulah sebabnya dia menghilang. Dan ini bukan merupakan gunjingan. Ini hanyalah ucapan biasa yang dapat diucapkan oleh siapa saja, namun tetap saja ucapan itu mengundang bau busuk di hadapan Awliya. Apa salahnya jika engkau berkata, ‘Ya dia adalah Syaikhku,’ apa ruginya? Engkau tidak kehilangan apa-apa, engkau melangkahi egomu… tetapi karena kesombongan diri, engkau berkata, “Tidak, dia bukan Syaikhku.” (Sebab Abdul Wahhab Salahi berkata, “Syaikhku dan Syaikhnya adalah satu, yaitu Syaikh Syarafuddin k.”) Apa salahnya untuk bilang bahwa dia adalah Syaikhku, apa ada masalah?

Jika mereka bertanya kepadamu, “Apakah Berny Syaikhmu?” “Ya, dia adalah Syaikhku,” apa ada masalah? Jika mereka bertanya kepadamu, “Apakah Bubby Syaikhmu?” “Ya, dia adalah Syaikhku.” Jika mereka bertanya kepada Saya, “Apakah Haji Mustafa, Pak Mus adalah Syaikhmu?” “Ya, tentu saja, Saya mencium tangannya dan Saya mencium kakinya.” Tidak ada masalah!

Bau dari percakapan tadi membuat Wali itu pergi. Bagaimana menurut kalian, pada saat kita sedang shalat dan mengucapkan “Allahu Akbar” lalu muncul ratusan dan ribuan kekhawatiran atau gosip yang dibisikkan Setan ke telinga kita dan kita memikirkannya, “Oh, Mustafa adalah orang yang tidak baik, Oh Berny yang paling buruk, Oh Bubby gila, Oh Bapak dan Ibu Firdaus… Aku tidak mau makan dari makanan mereka. “ Ini dan itu… dan orang-orang mulai mempunyai gosip dalam pikirannya. Bagaimana malaikat akan membawa shalatmu ke Hadirat Allah I, jika mereka pergi karena mencium bau busuk ini? Artinya shalat kalian tetap berada di tempat, tidak diterima (oleh Allah I)… shalat itu hanya diterima sebagai ibadah fardu, artinya kalian memang mengerjakan kewajiban kalian… tetapi itu tidak diterima sebagai ibadah yang sempurna. Dia tetap berada di tempatnya. Untuk itulah kita harus berhati-hati agar tidak membawa isu-isu yang telah terjadi sebelumnya dan menyebarkannya mulai dari satu kepada yang lain sehingga menjadi gunjingan.

Allah I adalah SATTAR, Maha Menyembunyikan. Allah I Maha Mengetahui segala perbuatan kalian, perbuatan baik maupun buruk. Dan Dia tidak melepaskan atau mengeksposnya kepada orang lain. Dia melindungi dan tidak membiarkan kalian terekspos bagi orang lain. Tetapi manusia adalah seburuk-buruk pengekspos kesalahan orang lain. Grandsyaikh melukiskan mereka bagaikan seekor lalat hitam yang selalu pergi ke tempat-tempat yang kotor. Di mana ada sampah, kotoran, WC, toilet, atau apa pun yang kotor kalian akan menjumpai lalat-lalat ini beterbangan. Seperti halnya surat kabar dan majalah-majalah ini. Mereka mengejar setiap orang, menggoyang kehidupan mereka, apa yang mereka lalukan terhadap istrinya,… dia menipunya… dia tidak menipunya… dia nikah 10 kali, 100 kali, 5 kali… apa saja usaha mereka… apa yang mereka lakukan… koran dan majalah sangat senang mengambil apa saja, bahkan sampai hal-hal yang terkecil untuk menciptakan fitna dan kebingungan di negri ini.

Grandsyaikh memberi ilustrasi (semoga Allah I mensucikan jiwanya ketika menerangkan hal ini). Seperti orang yang mempunyai hewan-hewan ternak di kebunnya, biri-biri, lembu dan hewan lainnya; kemudian dia melihat kebun tetangganya dan berkata, “Lihat! Banyak nyamuk di pohonmu,” sementara itu dia sendiri melupakan kebunnya yang kemasukan binatang buas dan mulai memangsa semua biri-biri dan lembunya, tetapi dia lebih memperhatikan nyamuk-nyamuk yang terbang di kebun tetangganya.

Jadi kalian harus mengetahui bahwa gunjingan semacam ini adalah hal terlarang. Dan jika kita mampu, kita akan terus menggunjing semua orang bahkan sampai Nabi Adam u. Ini adalah tabiat alami manusia dan jalan satu-satunya untuk menyelamatkan dirimu dari gunjingan ini adalah melalui disiplin thariqat, di mana kita diharuskan untuk membaca “Ya Shamad” 500 kali setiap hari (setelah shalat syukur—red). Catatan penerjemah: Mengucapkan Nama “Ya Shamad” “Wahai Zat Tempat Meminta” esensinya adalah untuk memangkas bibit-bibit keburukan yang secara alami ada pada setiap orang.

Mereka berkata, “Mengapa kalian membutuhkan pemandu, mengapa kalian membutuhkan seorang Syaikh?” Seorang Syaikh adalah pembimbing kalian, dia akan mengatakan kepadamu apa yang harus kalian lakukan dan bagaimana cara menghindari gunjingan seperti ini, kalau tidak kalian akan lihat bahwa setiap orang saling menggunjing satu sama lain. Sekarang, orang-orang dengan keyakinan tertentu bertanya, “Mengapa kalian memerlukan seorang Syaikh? Mengapa kalian membutuhkan pembimbing?” Bagaimana kalian akan mempelajari hal-hal seperti ini tanpa seorang pembimbing, seorang Syaikh? Kalian akan tetap menggunjing orang lain.

Semoga Allah I memaafkan kita, semoga Allah I memberi dukungan kepada kita, semoga Allah I membimbing kita ke jalan yang benar, jalur yang benar dari sunnah Nabi e. Rabbanaa taqabbal minna bi hurmatil habib bi hurmatil faatiha. Taqabballaah.

Siapa Syaikhmu?…setiap orang…

Wa min Allah at taufiq

Maulana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani

Jakarta , Februari 2002

Jangan Khawatir

Rasulullah e menekankan sebuah nasihat yang sangat baik kepada seluruh manusia, “Bila kalian bangun di pagi hari dalam keadaan utuh, tidak kekurangan sesuatu, kalian dan keluarga kalian berada dalam keadaan sehat wal afiat, maka jangan bebani diri kalian dengan kekhawatiran.”

Rasulullah e menasihati agar kita tidak membuat masalah bagi diri kita. Jika ada masalah yang sangat penting dan mendesak, itu lain soal. Tetapi banyak sekali “masalah” dalam pikiran manusia yang sebenarnya bukan masalah sama sekali, melainkan hanya pikiran (buruk) mereka saja. Itu semua adalah “masalah yang terproyeksi” yang mungkin bisa terwujud atau tidak sama sekali. Ini adalah masalah yang sering dialami oleh orang-orang di abad ke-21 ini. Orang-orang menderita terhadap kemungkinan terjadinya penderitaan di masa depan. Akibat kecemasan saraf yang mereka alami, mereka bisa mengalami penderitaan yang panjang meskipun tak satu pun yang mereka khawatirkan akan terwujud. Ini adalah suatu simbol kebodohan!

Setiap hari kita dibebani dengan beban mingguan, bulanan dan tahunan. Mengapa kalian membawa muatan seperti itu bila kalian dapat berjalan tanpa beban? Kalian juga akan menemukan bahwa semua yang kalian butuhkan telah menanti kedatangan kalian di setiap tempat perhentian dalam perjalanan kalian. Kalian hanya hadir di sini dan sekarang. Esok “kalian” hanyalah sebuah fantasi, sebagaimana kalian tidak tahu jika kalian hidup selama itu. Dengan menemukan begitu banyak masalah dalam diri kalian, kalian hanya akan menyakiti diri sendiri. Apakah nasihat Rasulullah e ini tidak cukup membuktikan kesetiaan beliau untuk membimbing orang menuju kebahagiaan?

Allah I tidak ingin hamba-hamba- Nya menderita kesulitan yang tidak berguna. Dia berfirman, “Wahai hamba-Ku, jangan bebani dirimu dengan kekhawatiran mengenai masa depan. Kalian cukup membiarkan agar dirimu sejalan dengan Kehendak-Ku dan setuju dengan maksud-Ku saat ini, lalu sisanya dijamin bahwa Aku akan menjaga masa depanmu agar sejalan dengan Kehendak-Ku.”

Mungkin kalian akan mengerti maksud Saya dengan contoh berikut. Ketika sebuah rel baru dipasang, sebelum lokomotif dan kereta melalui rel itu, sebuah kart beroda dua pertama kali dikirim ke sana untuk mengecek apakah lintasan tersebut sudah terpasang dengan baik dan lurus. Dengan cara yang sama, jika kalian dapat meluruskan jalan kalian sesuai dengan Kehendak Tuhan walaupun hanya beberapa saat, tanpa membawa beban berat kalian bisa merasa yakin bahwa jalanmu itu sudah benar, dan bila waktu berjalan dengan berat dan begitu banyak beban dalam lokomotifmu, jalur kalian sudah benar dan lurus sehingga kalian dapat melewatinya dengan lancar. Sebuah solusi bagi masalah saat ini adalah jalan keluar bagi masalah di tahun berikutnya.

Ketika Saya berada di sini, di Barat, setiap hari Saya menghadapi orang yang membawa masalah antisipasi yang berat. Betapa sulit di dunia yang modern ini untuk lepas dari perspektif seperti ini dan untuk berkonsentrasi pada momen untuk menempatkannya dengan baik dan benar. Dengan 10 dari ribuan masalah di hadapanmu sekaligus, bagaimana mungkin ada sebuah solusi? Saya sering melihat orang yang berlari ke dalam masjid, melakukan shalat dengan cepat, kemudian kembali lagi keluar. Kadang-kadang Saya bertanya kepada mereka, “Mengapa buru-buru?” Lalu mereka dengan gugup melihat jam tangannya dan berkata, “Sudah terlalu lama kami di sini, masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan!” Saya katakan, “Memang baik untuk menjadi rajin dan menangani segala urusanmu dengan baik, tetapi siapa yang akan menangani urusanmu bila tiba-tiba kalian meninggal di sini sekarang juga?”

Saya tidak mendorong orang untuk terus-menerus berada di masjid, tetapi hanya mengingatkan agar orang tidak hanya mengejar kebutuhan mereka, tetapi agar mereka bangkit, jungkir balik, setelah melakukan segala usaha yang ambisius karena tidak mungkin menjadi ‘penguasa dunia’ dan dengan mencurahkan begitu banyak energi untuk usaha mereka, itu malah akan merusak dan begitu banyak (hal-hal lain) yang ditinggalkan. Pertama-tama, dunia sudah mempunyai Penguasa; dan berdo’a kepada-Nya dengan penuh kerendahan hati dan dengan kehadiran hati dan pikiran (tidak terburu-buru) dalam shalat adalah lebih penting untuk mendapatkan kebutuhanmu daripada menyibukkan diri di kota . Yang kedua, mengerjakan urusan kalian dengan berlari (terburu-buru-red) adalah tidak efisien, kalian hanya akan menghasilkan penyakit jantung dan mati muda!

Jangan hidup di dunia dengan jadwal yang ketat, karena dia tidak akan dapat menyelamatkanmu dari masalah tetapi malah melibatkanmu ke dalam lebih jauh. Jadikanlah masalahmu lebih sederhana sehingga pemecahannya pun akan sederhana, juga jangan meninjau masalahmu dengan kaca pembesar, sehingga mereka berada di luar perspekstif, kebiasaan itu akan menghancurkan kalian secara fisik dan spiritual.

Wa min Allah at taufiq

Waspadalah terhadap Orang-Orang Munafik! Syekh Kita membawa Kita menuju Hadirat Suci dari Nabi saw

A`udzu billahi min as Syaythan ir Rajiim. Bismillah ir Rahman ir Rahim
Nawaytu al-arbaiin nawaytu. Athi` allaha wa `athi ar-rasula wa uli'l-amri minkum.

Cukup mengejutkan bahwa orang-orang masih tertarik dengan pertemuan semacam ini. Saya terkejut dengan adanya berbagai macam hiburan dan godaan di seluruh dunia, orang-orang meninggalkan rumah mereka dan datang ke sini, menghabiskan waktu mereka dalam pertemuan semacam ini. Itu adalah bukti bahwa kesalehan dan ketulusan masih ada dalam diri manusia, khususnya ketika orang tua membawa anak-anak mereka untuk hadir di sini, karena mereka membesarkan anak-anaknya dalam lingkungan yang sangat dicintai dan diterima oleh Sayyidina Muhammad (s).

Sifat manusia selalu ingin bepergian; ia tidak mau duduk dan terus mengikuti jejak Sayyidina Muhammad (s). Orang-orang yang tidak senang dengan pertemuan semacam ini dapat kalian temukan di sisi sebelah. Jadi guru saya, semoga Allah memanjangkan usianya, Sayyidi Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani, sangat gembira ketika beliau melihat majelis-majelis zikir di seluruh dunia yang berzikir mengingat Allah Subhanahu wa Ta`ala dan mengingat Sayyidina Muhammad (s). Khususnya bagi mereka yang, meskipun mereka Muslim, tetapi tidak dibesarkan untuk mendedikasikan dirinya untuk Islam dan khususnya juga bagi mereka yang bukan Muslim tetapi telah mendapat hidayah Islam. Mawlana Syekh juga gembira dengan orang-orang yang tidak dibesarkan dengan mempraktekkan Islam, tetapi hanya namanya saja yang Muslim, dan mereka juga datang dan beribadah sebaik-baiknya, sesuai dengan kesanggupan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta`ala rida dengan mereka dan Nabi (s) rida dengan mereka dan pahala mereka tidak dapat dilukiskan!

Jadi tidak ada yang benar-benar mengetahui hati, kecuali Allah Subhanahu wa Ta`ala. Dan Dia memberikan ilmu itu kepada Nabi-Nya, Sayyidina Muhammad (s) dan Nabi (s) memberikannya kepada para awliyaullah, kemampuan untuk melihat apa yang ada di dalam hati manusia. Setiap orang tahu apa yang ada dalam hatinya, apa yang ia rencanakan, tetapi tidak ada yang mengetahuinya kecuali yang bersangkutan dan gurunya (syekh, mursyid); dengan izin Nabi (s) mereka mampu membaca isi hatinya. Kita harus tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta`ala melihat kita, dan Nabi (s) melihat kita melalui perintah dan wewenang dari Allah, dan awliyaullah melihat kita dengan perintah dari Nabi (s). Syekh dapat melihat dan mendengar muridnya, setiap gerakan sampai ke telinganya bagaikan suara guntur.

`Ilm al-quluub (ilmu tentang hati) adalah untuk awliyaullah. Itulah sebabnya orang-orang munafik berpikir bahwa apa yang ada dalam hati mereka tersembunyi (sebagaimana Allah berfirman tentang mereka dalam Alquran suci). Dan itulah sebabnya mereka mengatakan tentang hal-hal yang menyenangkan bagi kalian tetapi hati mereka sepenuhnya menentang kalian. Jika mereka melakukan hal itu terhadap Sayyidina Muhammad (s), dan Allah menurunkan begitu banyak ayat tentang mereka, bagaimana menurut kalian kondisinya sekarang, dengan lingkungan dan waktu seperti itu? Apakah mereka akan berdiam diri atau sibuk dengan berbagai proyek, program dan agenda-agenda?

Munafiquun berusaha menggunakan ajaran Allah, dan saya bicara tentang mereka yang merupakan Muslim, (dan) dalam agama-agama yang lain juga, mereka menggunakan ajaran Allah untuk mencapai tujuan mereka yang sangat berbeda (dengan tujuan kita). Jika kalian mengamati ajaran dari wali sejati dengan ajaran dari orang yang “dipanggil sebagai” wali, kalian akan menemukan suatu perbedaan yang besar di antara mereka. Yang satu ingin mengekspresikan pengetahuannya dengan menyajikan kata-kata agar secara akademis presentasinya bernilai tinggi, sementara yang lainnya menggunakan metode yang sangat sederhana atau kata-kata yang sangat sederhana, tetapi mengena di dalam hati, bagaikan panah! Itulah wali, dan kalian dapat memperhatikan bagaimana mereka bicara. Ketika orang yang dianggap wali atau ulama bicara, kalian dapat melihat kesombongan mereka dan kalian dapat merasakan bagaimana mereka memandang diri mereka sendiri.

Jadi nanti ketika kalian melihat Sufilive.com dan mendengar Mawlana Syekh Nazim, berusahalah untuk fokus pada cara beliau bicara, bagaimana beliau mengekspresikan dirinya. Kalian dapat melihatnya, beliau menunggu inspirasi yang masuk ke dalam hatinya untuk disampaikan. Itu bukan seperti ulama, yang memberikan pernyataan-pernyata an dari bukunya yang ia ingat. Saya akan mengatakan kepada kalian sejujurnya karena saya mengenal Mawlana Syekh Nazim, saya tidak pernah melihat beliau menghapal sesuatu. Hati beliau terhubung kepada Nabi (s) secara langsung dan beliau bicara secara spontan, dan kata-katanya bagaikan peluru kendali. Jika kalian tidak merasakannya, hati kalian akan merasakannya.

Orang-orang yang menyaksikan Sufilive.com mengalami peningkatan; kini kita menempati urutan ke-4 dari 1000 saluran/channel yang populer di Livestream.com (global)! Karena kata-kata awliya bagaikan roket cahaya, nur yang sampai ke dalam hati manusia (dan menarik mereka untuk menyaksikan siaran langsung tersebut).

Ratusan dari ribuan orang mendengarnya setiap 24 jam. Kami tidak tahu dari mana mereka berasal; kami mengetahui beberapa di antara mereka, tetapi yang lain kami tidak dapat mengetahuinya. Mengapa? Karena kata-kata awliya bagaikan roket cahaya, nur yang mencapai hati manusia (dan menariknya untuk menyaksikan siaran langsung tersebut). Sama halnya, dalam skala yang lebih kecil, di setiap negeri ada banyak lokasi yang berbeda untuk murid-murid Mawlana Syekh yang mendengar dan berkumpul dan kebersamaan mereka di bawah bendera seorang wali yang dianggap Sultan al-Awliya diberkati!

Kita menganggap syekh kita sebagai Sultan al-Awliya, dan saya tidak ingin mengkritik orang lain yang mungkin memanggil syekh mereka Sultan al-Awliya, tetapi kita harus sangat berhati-hati kepada siapa kita mendengar dan dari siapa kita mengambil (tarekat?) di semua lokasi yang berbeda di seluruh dunia, siapa benar-benar mendedikasikannya karena kecintaannya terhadap Mawlana dan siapa yang tidak. Saya dapat mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka--tidak semua, sudah pasti mereka mendedikasikannya karena kecintaan terhadap Mawlana, kalau tidak mengapa mereka membuat lokasi baru, jika tidak mempunyai kecintaan terhadap syekh? Dalam tarekat kita dan banyak tarekat lain, hal itu sama.

Tetapi kalian harus sangat hati-hati terhadap beberapa orang yang menggunakan nama Syekh semata-mata untuk meraih keuntungan pribadi. Bagaikan sebuah apel busuk di dalam keranjang yang nantinya akan mencemari seluruh keranjang atau sekarung besar apel dalam beberapa hari. Saya bicara secara umum, dalam tarekat Naqsybandi atau dalam tarekat lain di mana terdapat masalah seperti itu, dan mereka juga ada di zaman Nabi (s). Beberapa orang munafik berbaur di antara para Sahabat. Mereka berusaha untuk mengacaukan para Sahabat (r) dan meracuni mereka dengan ide-ide yang busuk menggunakan nama Allah Subhanahu wa Ta`ala dan Nabi-Nya (s), padahal mereka menentang Allah Subhanahu wa Ta`ala dan Nabi-Nya (s). Dan Allah Subhanahu wa Ta`ala telah meminta kita untuk menghindari mereka dan untuk berhati-hati terhadap mereka.

Sebagaimana kita dapat melihatnya sekarang, orang-orang mungkin bertanya, "Mengapa kalian membuang waktu, membuang energi, membuang uang kalian, dengan pergi atau menempuh perjalanan jauh?" Atau pertanyaan ini juga datang ke dalam hati kalian juga, karena Setan adalah seorang munafik besar (dan dapat membisikan gagasannya). Tetapi dengan melakukannya, dengan melangkahi Setan kalian dan datang ke sini, kalian tidak datang kepada orang yang bicara, melainkan datang ke sumber asli (orisinal) sesuai dengan niat kalian.

Kalian datang karena kecintaan kalian kepada Mawlana Syekh dan kalian akan diberi ganjaran seolah-olah kalian telah menempuh perjalanan (mengunjungi Mawlana Syekh di Lefke)! Waktu yang kalian habiskan di sini seolah-olah kalian pergi ke rumah beliau (di Lefke) dan menghabiskan waktu di sana, karena rahasia beliaulah yang membuat kami bicara; juga cinta Grandsyekh `AbdAllah ad-Daghestani dan kecintaan kita kepada Grandsyekh dan kemurahan beliau, dari sini Grandsyekh bicara dalam berbagai kesempatan mengenai pentingnya halaqa, perkumpulan dan asosiasi di bawah seseorang yang telah mempunyai otoritas untuk bicara atas nama mereka.

Grandsyekh memberi Mawlana Syekh Nazim dua orang pembantu untuk menyebarkan pesan-pesan atas nama Mawlana Syekh Nazim. Dan sya`at as-suduf, secara kebetulan kita bertemu di sini. Jadi majelis ini mendapatkan berkahnya dari Mawlana Syekh Nazim dan dari Grandsyekh dan seterusnya hingga kepada Nabi (s)! Jadi ini bukanlah buang-buang waktu, tetapi dianggap sebagai ibadah yang lengkap (ketika kalian berada di sini atau mengunjungi Mawlana Syekh di Siprus), telah ditulis bagi setiap orang yang datang, setiap orang yang tinggal, setiap saat (datang ke sini) juga akan diberi pahala. Tidak hanya menghadiri suhbah saja, tetapi tinggal di sini atau di manapun, kalian akan diberi pahala di mana setiap detik seolah-olah kalian berada dalam ibadah sepenuhnya!

Jadi kita harus sangat berhati-hati terhadap beberapa apel yang busuk yang dapat mencemari apel-apel yang baik, dan saya bicara secara umum. Sebagaimana Nabi (s) bersabda, kalian harus sangat berhati-hati terhadap orang munafiq, aliimun bil-lisan jahuulan bil qalb, “Manis di lidah tetapi lalai dalam hatinya.” Ia bisa mengalihkan kalian ke tempat lain sehingga kalian akan kehilangan jalan dan kehilangan tujuan kalian. Jadi berusahalah untuk fokus pada ajaran Mawlana Syekh Nazim berikutnya dan perhatikan bagaimana beliau bicara: sangat sederhana, dengan bahasa Inggris yang lemah, tetapi membawa ilmu yang tak ternilai. Bila kalian melihat dengan cermat, kalian dapat melacak hubungan seperti melacak email (surat elektronik) dari alamat IP pengirimnya, untuk melihat darimana ia berasal. Jika kalian lebih fokus lagi, kalian akan melihat bahwa hubungan itu akan kembali kepada hati Nabi (s). Seperti sebuah magnet, Mawlana Syekh menarik dan
menyampaikannya secara langsung dari hati Nabi (s)!

Jika kalian melihat pada orang lain, kalian tidak dapat melacak sinyalnya karena alamat IP-nya adalah egonya sendiri; ia tidak dapat melangkah lebih jauh. Tetapi bila kalian melacak alamat IP milik Mawlana Syekh, di sana tidak ada ego, dan kalian dapat merasakan kehadiran Nabi (s) dalam ucapan beliau! Itulah sebabnya sangat penting untuk mendengar ceramah beliau. Ini juga (baru saja) diinspirasikan oleh Mawlana, agar saya mengatakannya. Menganjurkan kepada yang lain untuk ikut menyaksikan siaran langsung; mendengar dari sumber utamanya, yang merupakan stasiun atau maqam Nabi (s)!

Ketika Allah Subhanahu wa Ta`ala menurunkan Alquran suci kepada Nabi (s), apakah ada orang yang mendengarnya? Hanya Nabi (s) yang mendengar Suara Surgawi itu dan para Sahabat yang mendengar suara suci Nabi (s). Orang lain mendengar Alquran suci dari para Sahabat atau dari para imam yang muncul setelahnya hingga sekarang, kalian jauh dari stasiun atau sumber utamanya; sehingga sinyalnya menjadi berkurang dan berkurang dan berkuang (ia menjadi encer). Itulah sebabnya jika kalian tidak terhubung dengan sumber utamanya, cara membaca Qur`annya tidak sempurna. Awliyaullah mampu mendengar melalui silsilah mereka secara langsung dari apa yang Nabi (s)—sumber utamanya—katakan kepada mereka. Itu bukanlah hubungan yang langsung; kalian mendengarnya melalui suara syekh kalian, tetapi beliau mendengarnya secara langsung dari hati Nabi (s). Jadi tidak ada di antara kalian dengan Nabi (s) kecuali satu!

Karena ia datang begitu kuat, kalian mendengarnya secara langsung. Jika kalian mendengar ulama yang lain, ajaran mereka datang melalui buku-buku. Sebagaimana yang kami katakan kemarin, apa manfaat dari menghapal buku-buku dan tidak mempraktikkan ilmunya? Ketika kalian mendapat koneksi secara langsung, itu sangat berbeda dan itu sudah cukup bagi kalian di dunia dan akhirat!

Sebagaimana yang kita yakini, ia sampai ke lidah Syekh dari Nabi (s), jadi ia membawa cahaya yang sangat kuat, disertai rahmat dan berkah, Nabi (s) membelah diri, menyebar pada awliyaullah.

Bagaimana menurut kalian, jika kalian mendapatkannya dari kepala awliyaullah? Tak ada yang dapat merintangi kalian! Syekh kalian ada di sana untuk menghilangkan segala rintangan itu! Itulah sebabnya penting untuk mendengar ketika Mawlana Syekh bicara. Ketika beliau berdiri selama suhbah, pada saat itu beliau berada di Hadirat Ilahi, meminta Nabi (s) untuk menjadikan asosiasi itu sebagai asosiasi yang berbuah (bermanfaat) . Beberapa ulama malah tidak mempunyai wudu ketika mereka memaparkan presentasinya. Mawlana Syekh berdiri untuk memberi hormat ketika beliau menyebutkan Nabi (s), dan seringkali beliau berdiri setiap kali menyebutkan Nabi (s). Dalam suatu suhbah beliau berdiri 20 kali karena kehadiran Nabi (s) sangat kuat dalam asosiasi itu.

Di Sufilive, lihatlah orang-orang yang duduk di sana, bagaimana mereka dimuliakan dengan kehadiran dan manifestasi rahmat dan berkah yang muncul! Itu bukan hanya untuk orang-orang yang hadir bersama Mawlana Syekh di dalam suhbah yang akan diberi pahala, jadi beliau mendapat dari Nabi (s) ketika beliau memohon, “Ya Sayyidii, Ya Rasulullah! Jadikanlah orang-orang yang duduk bersamaku dan orang-orang yang menyaksikan siaran ini meraih level yang sama!" Jadi dalam setiap pertemuan, walaupun dengan menontonnya, akan mendapat berkah seolah-olah kalian mengunjungi beliau, dan setiap orang yang mengunjungi seorang wali, berarti wali itu berkewajiban dan bertanggung jawab untuk membawanya berziarah kepada Nabi (s), sebagaimana Nabi (s) mengatakan, "Siapa pun berziarah ke makamku, ia akan mendapat syafaatku.”

Awliayullah akan membawa para pengikutnya untuk berziarah kepada Nabi (s) dalam kehadirannya, Nabi (s) akan memberi mereka syafaatnya dan membawa mereka bersamanya ke Surga! Semua pahala ini ada di sana, tetapi kita harus sangat berhati-hati terhadap beberapa apel busuk yang dapat mencemari kita dan menimbulkan masalah. Kita adalah lemah. Kita tidak layak untuk mendapatkan apa-apa, kecuali pukulan! Kita adalah sampah.
Kita adalah keledai, bukan kalian, saya adalah keledai, yang lainnya kuda! Jadi, para keledai, bangunkan mereka, kita adalah keledai! Keledai adalah tanda bagi kelalaian.

waqsid min .. inna ankar al-aswaat la sawt alhamiir.

"Suara paling menjijikan yang telah diciptakan oleh Allah adalah ringkikan keledai".

Itu artinya keledai adalah karakateristik kita; itu artinya lalai. Kita lalai, jadi kita harus membuka mata kita. Bahkan Nabi (s) merasa khawatir terhadap apel-apel busuk ini, apa yang beliau katakan?

akhwafu ma akhaafu ala ummatii munafiq aliimul-lisan.

Yang paling kutakutkan dari umatku adalah kaum munafiq dengan lidah yang sangat fasih.

Kalian lihat, banyak yang mempelajari syariah dan mereka bukan Muslim; mereka mengajarkannya dan mereka adalah apel-apel yang buruk. Seorang profesor di universitas yang mengajarkan Islam tetapi tidak mempraktikkannya adalah seorang munafik, ia adalah apel yang buruk. Setiap kali kalian duduk bersamanya dan mendengar pembicaraannya, hati kalian dipenuhi kegelapan; seluruh asosiasnya penuh kegelapan. Orang itu tidak cocok untuk berada di tempat itu, (lebih pantas) di tempat di mana orang-orang meludahinya! Mereka yang merupakan profesor dan para pengajar Islam tetapi tidak mempraktikkan Islam adalah yang terburuk. Mereka mencemari seluruh sistem pendidikan. Sekarang kebanyakan dari mereka, yang mengajarkan Islam adalah orang-orang yang sangat sekuler.

Nabi (saw) bersabda, “Yang aku sangat khawatirkan pada umatku adalah orang yang munafik dengan lidah yang fasih (ketika ia bicara, orang-orang mendengarnya) , tetapi ia tidak mempunyai cahaya dalam hatinya, ia mempunyai kegelapan dan Setan bersamanya.”

Kalian dapat membandingkan, ketika Mawlana mengatakan sesuatu kalian dapat merasakan bahwa beliau terhubung dengan Nabi (s); yang lain terhubung dengan ego mereka. Nabi (s) merasa khawatir, perlukah kita merasa khawatir?? Kita harus membuka mata kita dan ada orang yang tidak tahu tentang syariah dan tarekat tetapi nasabuu li anfusikum “berikan mereka posisi untuk membimbing murid-muridnya. " Mau dibawa ke mana murid-muridnya? Ke suatu lembah yang sangat dalam di mana sewaktu-waktu mereka siap dimangsa serigala!

Pertemuan dan perkumpulan demi kecintaan terhadap Mawlana Syekh Nazim, sejak seseorang datang hingga ia pergi, dianggap sebagai ibadah sepenuhnya. Segala perbuatannya, termasuk makan, tidur, semuanya--karena ia datang demi Allah dan pergi untuk Allah! Jadi kita harus sangat berhati-hati terhadap orang-orang munafik yang pandai bicara itu.

Nabi (s) bersabda, (dalam banyak narasi yang berbeda dari Bukhari, sebagian besar termasuk hadis otentik):

inna ahadakum yujma` khulqihi fii batani ummihi ..arba`iina yawman,

“Pembentukan anak di dalam rahim ibunya dimulai sejak usia 40 hari,

Kemudian 40 hari berikutnya ia akan berada dalam siklus yang lain, tsumma yakuuna alaqatin mitslu dzalik, “kemudian ia akan menjadi gumpalan yang menggantung di rahim ibunya, dan setelah pembentukannya, ia akan menjadi besar, tsumma yuba`ts allahu malakan wa...arba` kalimaat, kemudian Allah mengirimkan kepadanya seorang malaikat dan malaikat itu akan memberikan empat kata kepadanya. Malaikat itu telah mengirimkan roh ke dalam tubuh anak itu. Malaikat itu akan diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala, aktub rizqahu wa `amalahu wa ... shaqqiyan aw sa`iid, “Tulislah apa yang akan ia lakukan di dunia, yang telah Kuketahui; tulislah, karana Aku ingin menjadikannya sebagai saksi di Hari Kiamat nanti.”

Mengapa Allah memerlukan saksi? Dapatkah kalian bicara di sana? Seluruh nabi dan umat mereka gemetar pada hari itu, khawatir dan takut dengan apa yang akan Allah tanyakan kepada mereka! Itulah sebabnya mereka akan datang kepada Sayyidina Muhammad (s), untuk meminta syafaatnya.

Jadi seluruh perbuatan kalian di dunia telah diketahui. Itu berada dalam cetak biru kalian; ketika Allah melalui Kehendak-Nya menciptakan kalian dari Asmaul Husna Al-Khaliq, "Sang Pencipta," dengan segera rencana itu muncul dari Asmaul Husna Al-Qadir, "Yang Mahakuasa," dan seperti gedung raksasa yang dibangun dari setiap peristiwa dalam hidup kalian, cetak biru kalian telah ditulis dan mereka sudah tahu apa yang akan kalian lakukan, bahkan berapa banyak rambut yang tumbuh pada janggut kalian! Kalian tidak tahu, saya tidak tahu. Jika kalian bahkan tidak mengatahui hal itu, apa yang kalian ketahui? Apa yang kalian ketahui tentang sisi dalam diri kalian, sementara dari sisi luar kalian tidak tahu apa-apa?

Jadi wahai Ghulam, wahai murid, wahai hamba Allah--mengapa kalian mengklaim suatu ilmu bila kalian saja tidak tahu jumlah rambut pada janggut kalian? Itulah contoh yang diberikan Allah untuk mengukur ilmu kalian tentang diri kalian sendiri. Tak seorang pun dapat menghitung jumlah rambut di kepala mereka, atau jumlah sel dalam tubuh mereka. Malaikat itu tahu, dan Suara Ilahi itu mengatakan, “Tulislah perbuatannya! " Dan segera setelah suara itu muncul, tulisan itu langsung jadi dalam sekejap, dan Nabi (s) berkata, uktub `amalhu dan dalam sekejap ia tertulis. Satu tombol ditekan, ia langsung tertulis! Dan itu sangat cepat, dan malaikat itu akan selalu bersamanya hingga akhir hayat orang itu.

Kemudian Suara itu berkata, wa rizqahu, “Tuliskan rezeki yang akan diperolehnya. " Dan apa pun yang kalian makan atau tetesan air atau berapa pun jumlah uang dan kekayaan yang akan kalian dapatkan, dalam sekejap ia tertulis. Tanpa berpikir, ia sudah di sana.

Allah Subhanahu wa Ta`ala mengatakan hal itu, Nabi (s) melukiskannya kepada kita. wa ajalahu, “Dan tuliskan hari kematiannya, waktunya, dihitung dalam ukuran napas. Berapa banyak napas yang kalian hirup dan kalian hembuskan, itu adalah ajal kalian di dunia, bukannya berapa lama (berapa hari) kalian hidup. Tidak. Saat di mana kalian tidak dapat bernapas lagi, itulah kematian. Lalu suara itu akan berkata, syaqii-in aw sa`iid, “Tulislah apakah ia akan tergolong orang-orang yang bahagia atau orang-orang yang akan dihukum.” syaqi artinya orang-orang yang seperti qat`at at-turuq, seperti geng (preman). Untuk bersama geng atau bersama orang-orang yang paling bahagia, dari api neraka atau dari Surga.

Mengapa di dalam hadis kadang-kadang kata syaqii “geng” muncul sebelum kata “orang-orang yang saleh”? Bahkan di dalam Alquran, falamaha fujuuraha wa taqwaha. Karena Allah ingin khatimat al-umouur menjadikan akhir bagi setiap orang menjadi akhir yang baik! Itulah sebabnya syaqii ditulis pertama dan saiid mengikutinya, karena yang buruk akan jatuh dan yang baik akan diangkat.

Semuanya tertulis: amalnya, rezekinya, ajalnya, dan ketika meninggal ia akan bersama orang baik atau tidak. Itu semua selesai dalam sekejap, “Kun!” (Allah berkata, “jadilah!” dan jadilah ia!) Sebelum nun memasuki kaf, ia terjadi. Yanfukhu fiihi ar-ruh, “Kemudian malaikat meniupkan roh ke dalam tubuhnya, lalu anak itu mulai bergerak di dalam rahim ibunya. Semua hal ini telah dimuat (diupload) ke dalam tubuh anak itu; sebelum lahir, mereka memuatnya dalam DNA anak. Para ilmuwan mengatakan bahwa DNA memuat apa yang ada dalam tubuh kalian, tetapi pada kenyataannya, segala sesuatu yang akan kalian lakukan di dunia sudah tertulis dalam DNA kalian setelah rencana-rencana itu dimasukkan ke dalam chip dalam pikiran kalian.

Beberapa anak meninggal dalam rahim ibu karena malaikat mereka tidak menyelesaikan keempat hal ini, atau satu di antara keempat hal itu tidak lengkap. Beberapa anak meninggal dalam rahim; yang lainnya lahir dengan cacat. Hanya anak yang keempat hal tadi sudah tertulislah yang mempunyai bentuk sempurna dan segera setelah itu roh masuk ke dalamnya.

قال الرسول صلى الله عليه وسلم ( إن الرجل ليعلم بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار فيدخلها ، وإن الرجل ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة فيدخلها(

inna ar-rajulun la ya`mal bi-`amalin ahla’l-jannat hatta maa yakuunu bayynahu wa bayniha illa dzira`a fayasbiq `alayhi’l-kitaab fay`amal bi-`amal ahlin-naari fayadkhuluha. Wa inna ar-rajul la ya`mal bi-`amalin min ahli’n-naari hatta maa yakuunu bayynahu wa bayniha illa dzira`a fayasbiq `alayhi’l-kitaab fay`amal bi-`amal ahlil-jannah fayadkhuluha.

Kaian bisa saja sangat berdedikasi dalam seluruh hidup kalian tetapi pada suatu saat kalian memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sangat buruk, yang akan membawa kalian pada sisi yang lain dan pada akhirnya kalian akan masuk ke Neraka. Suatu ketika ada seorang yang saleh, hamba yang tulus dan mereka bertanya padanya, hal ra'aita rabbuk. law ma ra'aayta la qata`t min makanii, “Apakah kau melihat Tuhanmu?” Ia berkata, “Jika aku tidak melihat-Nya, Aku pasti telah terpotong-potong hingga potongan-potongan kecil." Itu artinya tidak melihat dengan visi, melainkan melihat dengan tauhid, percaya kepada Keesaan Tuhan. Pada level ini, hati selalu dalam keadaan mengingat Sang Pencipta.

Kita akan berhenti di sini, tetapi Saya menganjurkan kepada setiap orang untuk menyaksikan Mawlana Syekh di sufilive.com. Jika mereka terlewat menyaksikan siaran langsungnya, mereka dapat melihat rekamannya, tetapi menyaksikan siaran langsung lebih baik karena yang lain bagaikan fotokopi, walaupun kalian tetap akan mendapatkan berkahnya. Ketika siaran langsung dimulai, kerannya terbuka, pipa dari Nabi (s) kepada Mawlana Syekh terbuka dan beliau akan membawa kalian ke hadirat yang suci itu. Tetapi bila kalian menyaksikan rekamannya, pipa itu tidak terbuka; dengan demikian kalian akan berada dalam hadirat Syekh tetapi tidak dalam hadirat Nabi (s).

Kadang-kadang mereka bertanya mengapa Mawlana Syekh menunda siarannya. Mengapa? Apakah Nabi (s) tidak tepat waktu? Orang-orang yang sudah berada dalam pipa itu berada dalam lingkungan surgawi, dalam kehadiran Nabi (s), dan kalian akan dibusanai dengannya. Itulah sebabnya orang-orang yang duduk di sana dalam asosiasi bersama Mawlana akan mendapatkan tajali itu. Jadi Mawlana memohon kepada Nabi (s), “Biarkan orang-orang yang melihatku menerima tajali yang sama.”

Waktu sangat penting, sebagaimana keran Mawlana selalu terbuka, tetapi tidak ada izin untuk membukakannya kepada yang lain hingga tiba waktu yang tepat, dengan demikian Mawlana menunda siaran langsungnya. Ketika beliau memulainya, keran energi Ilahiah dari Sayyidina Muhammad (s) kepada Mawlana Syekh terbuka bagi yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta`ala memanjangkan umurnya dan memanjangkan umur kita untuk berjumpa dengan Sayyidina Mahdi (a) dan Sayyidina `Isa (a)!

bi hurmatil habiib, bi hurmatil fatiha.

Dan dengan yang sedikit ini kita tenggelam! Bahr dari Samudra Mawlana Syekh.

Wa min Allah at Tawfeeq

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani qs
Minggu, Sep 06, 2009 | Fenton, MI US

Diambil dari sufilive.com
Diterjemahkan oleh Arief Hamdani

Hari `Asyura yang penuh Berkah

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin

Alhamdulillah Allah SWT telah mengaruniai kita untuk menjumpai satu tahun lagi dari kalender Hijriah. Dari masa Nabi SAW hijrah ke Madinah, kini sudah 1423 tahun.

Alhamdulillah Dia mengutusnya sebagai rahmatan lil-`alamiin – Rahmat bagi seluruh alam. Ketika kita mengatakan rahmah, itu berarti rahmat. Jika kesehatan kalian baik, itu adalah suatu rahmat, jika usaha kalian baik, itu adalah rahmat; jika kehidupan kalian baik, itu adalah rahmat; jika anak-anak kalian tumbuh dengan baik, itu adalah rahmat. Jika tetangga kalian baik dan bersahabat dengan kalian, itu adalah rahmat dari Allah SWT. Jika Allah SWT mengirimkan hujan kepada kalian, itu adalah rahmat. Apapun yang baik, adalah rahmat.

Dan Allah SWT menggambarkan Nabi SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil-`alamiin. Itu berarti, “Ya Muhammad SAW! Aku menciptakanmu sebagai rahmat bagi seluruh hamba-Ku. Kehadiranmu dalam kehidupan mereka adalah suatu rahmat bagi mereka. Engkau adalah hamba-Ku dan mereka juga hamba-Ku. Tetapi engkau adalah hamba-Ku yang sempurna. Innaka la`ala khuluqin `azhiim - ‘Sesungguhnya engkau berbudi pekerti yang luhur.’ [68:4] Jadi Aku menciptakan mereka, dan jika mereka mengikutimu, engkau akan menjadi rahmat bagi mereka.”

Jika kita mengikuti jalan Sayyidina Muhammad SAW, kita tidak akan menemui kesulitan, kita tidak akan menemui masalah. Jika kita mengikuti hasrat kita yang buruk, kita akan menemukan masalah-masalah dalam hidup kita. Berusahalah untuk menyelamatkan diri kalian dengan mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi SAW.

Wahai umat Muslim! Inilah yang mengubah kehidupan di alam semesta—hijrah dari Mekah ke Madinah. Itu terjadi 8 hari yang lalu, beberapa (orang) mengatakan 10 hari yang lalu dan sebagian lagi mengatakan sebelas, bahwa Nabi SAW tiba di al-Madinah.

Ini adalah bulan di mana Allah SWT memerintahkan Nabi SAW untuk pindah ke Madinah untuk mendirikan infrastruktur Islam, mendirikan negara, dan khilafah Islam. Di bulan inilah Allah SWT memberi tempat kepada Nabi SAW yang dari tempat itu Islam tersebar ke segala penjuru.

Topik hari ini adalah pentingnya Hari `Asyura, hari kesepuluh bulan Muharam, yang telah disebutkan oleh Nabi SAW. Ketika beliau mencapai Madinah al-Munawwarah—pada saat itu disebut Yatsrib atau Taiyyaba—dan masuk, dan membangun tempatnya, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada sepuluh Muharam. Dan beliau bertanya, “Mengapa mereka berpuasa pada hari itu?” Mereka berkata, “Karena pada hari itu Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dari Firaun.” Kemudian Nabi SAW pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umat Muslim untuk berpuasa pada hari itu.

Dan Muslim meriwayatkan dalam suatu hadis mengenai `Asyura, “`an abi qatadata an rasulullahi saama yawma `Asyura… kaffaaratan lis saanat almaadiya.” Abu Qatada RA melaporkan bahwa Nabi SAW berkata bahwa barangsiapa yang berpuasa pada hari itu, ia akan diampuni seluruh dosanya pada tahun sebelumnya.

Imam Abu Hanifa berkata, “Kaana waajiban fii awwali dzuhur al-Islam” – “Pada masa awal Islam, hari itu diwajibkan untuk berpuasa.” Imam Syafi`i berkata, “Adalah Sunnah untuk berpuasa tetapi tidak diwajibkan.” Imam Abu Hanifa berkata bahwa adalah kewajiban untuk berpuasa pada hari itu di dekade pertama Islam.

Tetapi yang penting diingat adalah bahwa Allah SWT akan menghapus dosa kita selama satu tahun. Ini adalah suatu rahmat yang Allah SWT kirimkan kepada kita, itulah maksud dari wa ma arsalnaaka illa rahmatan lil-`alamiin – Kami tidak mengutusmu, kecuali sebagai Rahmat bagi seluruh alam (makhluk) [21:107]. Dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi SAW, mereka diampuni dosa-dosanya.

Lihatlah, jika kalian berada di dalam penjara, jika kalian menjaga perilaku baik kalian, pihak berwenang mungkin akan membebaskan kalian lebih awal. Pada Hari Pembalasan kita akan mencari segala sesuatu yang dapat membebaskan kita, yang dapat menghapus dosa-dosa kita. Apakah kalian mempunyai puasa `Asyura pada hari itu?

Jadi segala sesuatu yang Nabi SAW bawa adalah rahmat bagi umat Muslim. Itu adalah satu hari, hanya satu hari, Minggu atau Senin. Jika niat kalian adalah berpuasa pada hari Senin dengan keyakinan bahwa itu adalah Hari `Asyura, maka berpuasalah pada hari itu dan kalian akan diberi ganjaran sesuai dengan niat kalian.

Ibn `Abbas RA mufassir Alquran terbesar, berkata bahwa Nabi SAW berpuasa pada Hari `Asyura [karena pentingnya hari itu] dan beliau memerintahkan orang-orang untuk berpuasa pada hari itu [Bukhari and Muslim]. Beliau memerintahkan para Sahabat berpuasa pada hari itu. Itulah kepentingannya—menghapuskan dosa satu tahun.

Abi Sa`iid al-Khudri RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di Hari `Arafah, Allah SWT akan menghapuskan dosa-dosanya selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun berikutnya.”

Itu lebih daripada `Asyura. Itu berarti bahwa Dia akan menghapuskan dosa-dosa di masa depan, artinya ia akan dilindungi dari dosa. Dan barangsiapa yang berpuasa `Asyura, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa di tahun sebelumnya.

Pada hari itu, Allah SWT memberi kemuliaan kepada banyak nabi, semoga kedamaian tercurah pada mereka. Allah SWT telah memilih Adam AS untuk menjadi ayah bagi umat manusia pada hari itu. Dia mengangkat Idris AS ke Surga pada hari itu. Dia menyelamatkan Sayyidina Nuh AS bersama orang-orang di dalam bahteranya pada hari itu. Dia menyelamatkan Sayyidina Ibrahim AS pada hari itu. Dia mengampuni Sayyidina Daud AS pada hari itu. Dia mengembalikan kerajaan Sulayman AS kepadanya pada hari itu. Dia melepaskan Ayyub AS [dari penderitaannya] pada hari itu. Dia mengangkat Sayyidina Isa AS [ke Surga] pada hari itu. Dan pada hari itu rasul kalian, rasul penutup yang diutus Allah SWT, pada hari itu, Allah SWT membuat Sayyidina Muhammad SAW menikah dengan Sayyidatina Khadijah RA dan Dia membuatnya hijrah ke Madinah pada hari itu. Dan Dia menciptakan langit dan bumi pada hari itu dan Dia menciptakan Qalam pada hari itu. Dan hari itu adalah Jumat—bukan Sabtu atau Minggu. Itu adalah hari yang sangat penting dalam kalender Islam.

Sekarang kalian pergi ke beberapa tempat dan mereka mengatakan kepada kalian mengenai pentingnya hari ini. Tetapi kalian pergi ke tempat lain, lalu terlibat terlalu banyak dalam politik, dan mereka lupa tentang hari ini.

Dan pada akhirnya, saya ingin memberikan makna dari `Asyura. Disebutkan dalam banyak tradisi Islam bahwa `Asyura berarti orang yang menghormati dan memuliakan hari di mana Allah SWT telah menyelamatkan seluruh nabi dari kejahatan umat mereka, Allah SWT akan mengangkatnya menuju kehidupan yang cerah. Itu artinya `asya nura—hidup pada ‘hari yang cerah.’ Mereka menghilangkan nun untuk menyatukan dua kata tersebut.

Al-Hamadani QS—salah satu muhaddis terbesar—meriwayatkan bahwa ketika Allah SWT memerintahkan Nuh AS untuk membangun bahteranya, ia membangunnya dari 124.000 papan. Dan kita tahu dalam tradisi Islam dalam tafsir Ibn `Abbas RA mengenai Surat al-`Araf, bahwa Allah SWT mengutus 124.000 nabi, dan di antara mereka terdapat 313 rasul. Ketika Sayyidina Nuh AS mulai menyusun papan-papan itu di tempatnya, nama dari para nabi muncul di papan-papan tersebut. Ketika ia sampai pada satu papan sebelum papan terakhir, papan ke 123.999 nama Sayyidina Muhammad SAW muncul pada papan ke-124.000. Tahulah Nuh AS bahwa beliau adalah nabi terakhir. Ia kemudian membutuhkan empat papan lagi untuk menyelesaikan bahteranya. Segera setelah ia menyusun papan-papan ini, keempat nama khalifah muncul pada papan-papan tersebut. Allah SWT berkata padanya, “Demi Muhammad SAW, Aku menyelamatkan bahtera ini.”

Demikianlah Sayyidina al-Hamadani QS berkata, “Karena kecintaan Allah SWT pada mereka, Dia meletakkan nama-nama mereka pada bahtera itu.” Barangsiapa yang mencintai Nabi SAW dan para sahabat beliau, maka Allah SWT akan mencintai mencintai mereka.

Semoga Allah SWT memberi kita berkah untuk berpuasa di Hari `Asyura.

Saya ingin mengajak kalian memperhatikan ayat berikut ini, Ati`ullah wa ati`ur-rasul, wa ulil amri minkum.- Patuhi Allah SWT, patuhi Rasul SAW dan orang-orang yang mempunyai otoritas atas kalian. [4:159]

Ini adalah waktu yang sangat sulit. Umat Muslim harus waspada bahwa mereka harus menjaga kecintaan mereka terhadap Islam di rumah-rumah mereka, di lingkungan mereka dan dengan tetangga-tetangga mereka. Kalau tidak, maka kita akan berada dalam bahaya. Allah SWT melindungi Islam, dan tak seorang pun dapat menambah atau mengurangi sesuatu darinya. Umat Muslim mungkin berada dalam bahaya, dan oleh sebab itu mereka harus mengambil langkah-langkah pencegahan. Kita datang ke sini bukannya untuk mendirikan negara Islam. Bukan seperti itu. Kita datang untuk hidup dengan damai, bekerja, membesarkan anak-anak kita secara Islami dan untuk mengembangkan suatu generasi baru. Jika kita menginginkan lebih dari itu, kita akan berada dalam masalah.

Nabi SAW bersabda, “Di Hari Akhir, kegelapan yang pekat akan menyelimuti umatku. Pada saat itu, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berkendaraan…”

Jika kalian mempunyai masalah, diamlah di dalam rumah. Jika kita melibatkan diri kita, kita akan menyakiti diri kita sendiri. Duduklah sendiri, baca Alquran dan hadis, dan pergilah ke tempat kerja kalian. Jangan libatkan diri kalian pada sesuatu sekarang ini—itu tidak dianjurkan. Semoga Allah SWT melindungi semua orang yang melindungi orang lain dari penderitaan dan bencana.

Merokok adalah Salah Satu Dosa yang Berbahaya

Bismilahhirohmanirrohim

A`udzu billahi min asy-syaitaan ir-rajiim. Bismillahir - Rahmanir- Rahiim. Nawaytu’l-arba’ iin, nawaytu’l-`itikaaf, nawaytu’l-khalwah, nawaytu’l-riyaada, nawaytu’s-suluuk, nawaytu’l-`uzlah lillahi ta`ala fii hadza’l-masjid. Ati` Allah wa ati` ar-Rasula wa uli ‘l-amri minkum

Pada sesi sebelumnya, Grandsyaikh Abdullah Faiz qs bertanya apa yang Allah swt akan adili pada hari penghitungan? Pertama, Allah swt akan mengadili ego, ananiyah, egoisme. Mereka yang tidak melihatnya, tidak akan melihatnya kecuali diri mereka. Mereka tidak menghargai bahwa Allah swt telah menurunkan mereka ke dunia untuk menyingkirkan ananiyah, egoisme mereka. Karena di surga, Sayyidina Adam A.S., saat itu Allah swt membuatnya dominan agar ia mampu menguasai kekuatan spiritualnya.

Tetapi saat itu ia tidak mendengarkan spiritualitas yang menurutnya telah berhasil dicapainya, dimana ia dapat menikmati surga dengan hal itu. Saat itu ia mendengarkan bisikan iblis, hingga apa yang terjadi? Ia diturunkan oleh Allah swt ke dunia. Ia berbuat dosa, maka Allah menurunkannya ke dunia untuk membersihkankannya. Kita di dunia berada dalam pengampunannya karena pada hari pengadilan nanti Allah swt tidak ingin kita datang dalam keadaan kotor, Allah ingin membersihkan diri kita untuk masuk surga.

Kita hidup di dunia dalam pengampunannya untuk dibersihkan, agar pada hari pengadilan kita datang dengan bersih. Allah mengirim kita ke dunia agar keinginan buruk ini bisa hilang. Keinginan buruk ini dimulai dengan tidak hanya mencintai diri sendiri saja, tapi mencintai orang lain juga, malah lebih dari kita mencintai diri sendiri, hal ini berarti kita menghilangkan egoisme kita. Hal itu merupakan pembersihan dan artinya kita mengangkat diri sendiri.

Karena kamu telah melakukan sholat, puasa, zakat, haji , bersyahadat, apa yang kurang? Egoisme yang harus ditarik, dibersihkan dan dibuang. Kalau itu sudah dibuang maka kamu akan datang di hari pengadilan dengan bersih. Di hari pengadilan, orang yang beriman tapi mempunyai ego, Allah akan mengadili agar mereka menjadi bersih. Setelah bersih mereka akan ke surga. Maka dari itu, kita tidak ingin berada dalam keadaan seperti itu, merasa malu dihadapan pencipta kita di hari pengadilan nanti.

Maka tariqah adalah untuk membersihkan ego kamu, untuk memberikan bimbingan seperlunya. Karena dalam kehidupan, kamu bisa terbersihkan melalui gurumu, guru itu sendiri terbersihkan lewat gurunya lagi, begitu seterusnya sampai ke Nabi Muhammad saw, sebagaimana beliau membersihkan sahabah, kemudian diturunkan ke tabiin, tabiit sampai kepada guru2 tariqah, maka dari rahasia pembersihan itu, para guru mewarisi bagaimana membersihkan murid mereka.

Jadi apapun yang diberikan oleh guru anda, terimalah karena ia dapat melihat lebih dalam lagi dan lebih jauh lagi dari apa yang kamu lihat. Dan Grandsyaikh Abdullah Faiz qs, semoga Allah memberkatinya, berkata bahwa melalui egonya, iblis kehilangan amalnya, perbuatan baiknya, yang dilakukan di surga, karena itu Allah swt membuangnya. Ia berkata:

Meninggalkan satu hal yang dilarang Allah memiliki nilai yang besar bagi Allah. Jika kamu menghamba tapi kamu berbuat dosa, segeralah bertobat, karena dengan bertobat kepada Allah swt maka kamu membuatNya puas dengan dirimu lebih dari penghambaan dan dedikasi anda. Karena penghambaan dan pengabdian kadang lebih mudah tapi menyembuhkan dosa sulit. Sulit untuk berhenti. Maka dari itu Allah akan membalas orang yang bertobat. Lebih lagi, orang yang ingat untuk senantiasa bertobat dan bertobat, Allah akan membalasnya dengan apa yang ia patut peroleh sehingga orang itu masuk surga.

Kalau syaikh berkata tentang hal itu, semoga Allah melindungi kita dari masalah yang berat dan sangat penting dalam kehidupan kita yang kita jatuh kedalam jeratan setan. Khususnya hari ini, Ia berkata semoga Allah melindungi kita dari masalah “Merokok”. Ia berkata “Merokok adalah salah satu dosa yang paling berbahaya, sangat berbahaya dalam menghancurkan diri, jiwa dan raga, juga membuat kita lebih egois lewat merokok.

Saat merokok, anda melahirkan akar egoisme, karena semua kemauan buruk merupakan produk dari merokok. Apakah kamu terpengaruh lewat susu ibu atau susu botol, atau lewat orang tua kamu yang merokok, atau lewat makanan yang anda makan karena diolah oleh orang yang tidak sholat, tidak puasa dan oleh orang yang tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Mungkin mereka merokok sambil bekerja dibelakang mesin pengolah susu atau makanan bayi formula. Sekarang ini merupakan hal biasa bagi orang tua untuk memberikan bayi mereka dengan susu dan asupan berformula. Siapa yang berada dibelakang pengolahannya? Di belakang mesin pembuat susu tersebut? Apakah ia bersih? Apakah ia sholat atau tidak?

Sumber dari semua masalah adalah merokok, yang tanamannya ditumbuhkan oleh setan, oleh iblis. Ia menemukannya, ia menanamnya. Setan mengetahu disaat Nabi Muhammad saw ada, maka Setan tahu ia tidak dapat mendekati para sahabat, ia pergi dan menghilang. Grandsyaikh berkata,”Awliya allah mampu melihat iblis dan tahu rahasia mereka, apa yang ditanam iblis, tanaman ini ada dimana-mana. Ketika Nabi Muhammad sallallahu alayhi wasalam tiada, dan generasi sahabah pergi, iblis menampakkan diri berupa orang laki yang merokok untuk menarik orang.

Saat ini banyak ragam rokok untuk menarik orang. Yang sangat mahal dan terbaik ialah cigar Cuba, Havana. Ada lagi semua produk yang berasal dari tanaman beracun itu, selain itu cara pembuatannyapun berbeda-beda agar kaum muda tertarik dan kemudian menghancurkan hidup mereka. Merokok adalah akar dari semua permasalahan.

Beliau berkata saat ini, semoga Allah melindungi kita, beliau melindungi para murid kita dari hal merokok. Hampir semua murid Mawlana Syaikh Nazim qs tidak merokok karena beliau sudah menjelaskan bahayanya tanaman ini…

Hal ini harus dicegah, para muridnya tidak ada yang merokok, hanya beberapa yang saya lihat, maka dari itu saya bilang ‘hampir’. Beberapa mengatakan: ‘tidak, kami tidak merokok”, karena itu penyebab kanker.

Sekarang ini di negara maju di tempat umum banyak larangan merokok. Kalau anda pergi ke Negara Dunia Ketiga, kalian akan temukan banyak perokok , di Negara Barat mereka berhenti merokok karena tahu bahanyanya. Di Negara muslim, mereka merokok dan lebih banyak yang merokok. Satu batang rokok ke batang lainnya. Di Libanon, Bangladesh, Turkey, semua Negara muslim……… subhanaallah, mereka kecanduan rokok. Siapa yang mendapatkan keuntungan? Perusahaan rokok. Mereka mengambil uang anda.

Mereka bertanya Anda merokok? Tidak! Karena merokok adalah buruk. Tapi apa yang ditangan anda? Bukan, ini bukan rokok tapi marijuana. Oh, marijuana! Tidak apa-apa kata kalian! Tapi merokok adalah buruk. Begitulah tipu muslihat setan, ia tahu orang akan meninggalkan merokok dan ia membawakan yang lain. Orang miskin yang saya tahu di Libanon, mereka tidak punya uang untuk beli rokok, jadi apa yang mereka lakukan?… Mereka pergi ke sekolah, menyerut pensil sampai keluar hasil serutan kayunya, kemudian mereka bungkus jadi rokok. Mereka tidak punya uang…

Disekolah lanjutan di Libanon mereka memberikan pensil gratis. Subhanallah, lihat berapa besar ego mereka, memperlihatkan diri merokok di jalanan. Berapa besar uang untuk membeli rokok, betapa sulitnya mengendalikan keinginan merokok dan mempertontonkan pada manusia, juga mengendalikan ego manusia.

Siapapun yang terlindungi dari merokok, secara umum, adalah bukti kegembiraan Allah terhadap mereka. Allah swt bersifat “Jalil”, dan Allah swt senang dengan mereka yang tidak merokok. Yang melaksanakan kewajiban agama tetapi tidak merokok, Allah senang dengan mereka. Yang melakukan kewajiban agama tetapi tetap merokok, maka ia berada dibawah kendali setan dan siapa yang dibawah kendali setan, maka iblis ingin menghancurkan.

Beliau juga berkata, bahwa banyak syaikh, banyak suyuk, yang berpendidikan, berintelektualitas dan tahu hadist Nabi saw, semua yang berbahaya harus dimusnahkan, kalau melihat kalajengking, bunuh! Akan menggigitmu. Kalau melihat ular, bunuh! kullu mudarin, lihat semua yang berbahaya, bunuh, kalau lihat tikus, bunuh karena membawa virus rabies. Jangan bilang tidak , hanya seekor tikus yang manis.

Jadi apapun yang mudarat, harus musnahkan karena berbahaya. Di rumah sakit ada larangan merokok, di pesawat ada larangan merokok, karena ada yang merokok dan yang tidak. Mereka mengerti kata, No!… Di Negara Arab, ada toilet yang terpisah untuk perokok dan bukan perokok…

Di hari pengadilan, para perokok harus pergi ke sisi kiri dan yang bukan perokok ke sisi kanan. Sisi kiri adalah komunis dan para Perokok. Dan disaat itu yang merokok dan bukan perokok, dihari Mahsyar itu mereka tidak bisa berbohong. Bukan perokok di sisi kanan. Orang-orang yang berada di sisi kanan, orang-orang dengan tingkatan tertinggi. Beragam kehormatan mereka peroleh lewat larangan yang dijauhi, kewajiban yang dilaksanakan, shalat-shalat apapun yang dikerjakan dan mereka bukan perokok.

Orang yang melaksanakan kewajiban agama tapi merokok, mereka adalah budak, bahkan setelah berganti bajupun mereka tetap bau asap rokok. Bagaimana mereka bisa mengganti organ paru-paru mereka, tidak bisa. Allah membawa anda mati dalam keadaan badan anda berbau rokok. Paru-paru anda berbau dan malaikat tidak akan ada yang mendekat.

Sekarang siapa yang mendekat, malaikat menengok kearah neraka karena setan diciptakan dari hal-hal seperti rokok itu. Allah, berkata setan bisa mengambil bau itu, sekarang anda sedang dalam proses pembersihan dan Allah tahu pembersihan apa yang anda butuhkan…kalau anda ingin bersih, tinggalkan merokok, karena, seperti yang dikatakan Grandsyaikh bahwa merokok adalah akar dari semua masalah.

Maka dari itu, anak-anak awalnya bisa memiliki pandangan tembus dan melihat malaikat tapi lambat laun mereka terselimuti oleh semua lingkungan sekitarnya, oleh susu atau asupan berformula, oleh bakteri. Apa yang telah mereka campur kedalamnya? Siapa yang membuat dan memberikan makan mereka.

Dan beliau mengatakan bahwa saat ini ada Syuyuk besar yang merokok dan mereka sangat bahagia dengan rokoknya, Saya bertanya kenapa mereka tidak membawa satu toples madu, paling tidak rasanya lebih enak daripada rokok, tetap saja mereka lebih memilih rokok hasil tanaman setan…Apa yang anda pilih? Kalau anda meletakkan madu dan rokok, mana yang akan anda pilih? Rokok atau madu? Madu memberikan rasa manis tapi orang mengejar hal kotor dan meninggalkan yang asli, manis dan baik. Inilah perbedaan antara dua syaikh yang berbeda, syaikh yang bersifat wali pilih madu, syaikh yang merokok pilih tanaman setan itu.

Meski ia berpengetahuan tetapi tetap tak ada cahaya pada ajaran mereka. Awliya Allah memiliki cahaya karena mereka tidak merokok, syaikhh siapapun yang merokok, maka mereka bukan wali, meski ia memiliki keajaiban ia bukanlah seorang wali, karena setan bermain kotor dengannya.

Suyuk/Guru yang merokok ini, meski mereka berpengetahuan, mereka tidak membelanjakan uangnya pada anak dan keluarganya, bahkan ketika anak-anaknya lapar, mereka tidak bisa berhenti merokok, seperti seorang pecandu alkohol, mereka tidak bisa berhenti, mereka kecanduan rokok. Ia mengorbankan anak dan keluarganya tapi ia tidak bisa mengorbankan rokoknya. Di pesawat ada larangan merokok di kamar kecil, ada detektor yang mengawasi. Bagaimana dengan malaikat, bukankah mereka memiliki detektor yang lebih canggih. Mendeteksi orang yang bersembunyi dari anak dan keluarganya untuk merokok.

Kita tidak akan mengatakan darimana asal tanaman setan itu. Percaya itu! Dan kita percaya bahwa tanaman itu sangat kotor tapi dibungkus dengan manis, bahkan dengan madu agar berasa enak, begitulah cigar Havana yang terkenal itu. Sekarang, sewaktu orang merokok, orang bertanya rokoknya rasa apa? Kita ingin tahu. Ada yang mau? Semoga, Allah melindungi anda semua. Mereka mengatakan, yang ini diramu dengan madu, yang ini tidak.

Mereka membuatnya organik dan alami. Kalau diramu anda meracuni rokok, maka mereka ingin alami saat diisap dengan bau enak. Dicampur dengan tangan, dan karena ada cara meramu dan menghasilkan rokok dengan dilempar keatas, mereka sebut tataim.Dan Syaikh Abdullah Faiz qs berkata, ini merupakan pengaruh/bala terbesar yang menimpa ummah, kalau tidak karena ampunan Allah, semua akan berada dibawah kekuasaan setan, aturan setan dan kekuatan iblis. Insya Allah, kita akan teruskan setelah dzuhur. biHurmati habib bi hurmati fatihah.

Wa min Allah at Tawfiq

Kesabaran Berujung Kenikmatan

Oleh: Febri

Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan disbanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.

Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya mnejadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnyatidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.

Pada saat Dr.Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu tak berdaya diatas ranjangnya. Dr.Khalaid datang untuk menghiburnya. Namun Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda it cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.

”Alhamdulillah, sya dalam leadaan sehat-sehat saja. Sya berdoa kepada Allah Subhanaahuwataa’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,”Terimakasih untuk doamu. Sesunggunya saudaraku mungikn saat ini Allah tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an. Allah menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira.”

Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimna mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda itu.

Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah Sallallahu A’laihi Wassallam : ” Sungguh menggumkn perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesengangan ia bersyukur, maka hal iti baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)

Jujur saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata,”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Peuda itu menjawab,”Sungguh saya amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik bai Allah, aku bersyukur. Namun, apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agfar aku tidak melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah Amha Tau yang terbaik untukku.

Allahu Akbar, betapa kaimaat itu sangat menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh progrmmagisternya ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembalidan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,”Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia digotong.”

Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senagng sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.

Pemuda itu dengan spontan menyampaikankabar gembira yang tak terduga ”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya penuh semangat. ”Subhanallah” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.

Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupka kembali menjadi manusia yang utuh.

Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hapannya membuatnya terpana. Ia tak mapu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallahi (Demi Allah-red) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalankembali dengan normal dan segar bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang dapat memunculkan keajaiban.

Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Allah berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya.

Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid

Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanallah, ia telah menjadi seorang mayor!

Dr.Khalid kembali meneteskan airmatanya. Ia berdoa kepada Allah agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan islam. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hambaNya.

(Ummu Faros, dari penjagaan Allah kepada hamba-hambaNya yang shalih; Khalid Abu Shalih )

Diambil dari : Majalah Elfata, Volume 07 2007, Kasih sayang di Bulan Suro.